“Audisi bisa tetap jalan, soal adanya brand image tulisan Djarum di poster, spanduk, event, mungkin bisa dikurangi. Peserta yang tampil bisa menggunakan kaus asal klub masing-masing karena toh para peserta tidak langsung resmi menjadi pemain Djarum. Mereka berasal dari mana saja, seluruh klub di penjuru Tanah Air. Mereka baru secara resmi diterima sebagai anggota klub PB Djarum setelah lolos audisi. Jadi, ketika mereka ikut audisi seharusnya bebas saja,” jelas Broto.
Saran kedua yang diutarakan Broto adalah mengenakan kaus dengan sponsor anak perusahaan Djarum. Untuk menjaga kemeriahan audisi, PB Djarum bisa tetap menyeragamkan pakaian para peserta audisi. Tetapi, sponsor bisa menggunakan anak perusahaan dari PB Djarum yang nontembakau.
“Kedua, jika Djarum ingin tetap kegiatannya semarak sehingga mengenakan kaus seragam yang warna dan tulisannya sama, nah mereka bisa menggunakan sponsor anak perusahaannya saja, tidak harus Djarum. Anak perusahaannya kan banyak. Jadi, peserta audisi ini bisa tetap tampil dengan kaus seragam agar terlihat bagus, meriah, dan semarak dengan produk-produk yang nontembakau,” tukasnya.
(Djanti Virantika)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.