JAKARTA - Wakil Ketua Umum KONI Jawa Timur, La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, ajang pemilihan Ketua KONI Pusat periode 2019-2023 hendaknya terbuka kepada siapa pun. Kesempatan bagi setiap individu yang akan ikut meramaikan ajang ini dan harus mendengarkan aspirasi para anggotanya.
"Jangan jadi belenggu dengan menerapkan syarat-syarat yg memberatkan para tokoh yang akan mencalonkan diri. Jika ada lebih dari satu calon, biarkan bertanding dengan sportif. Jangan ada upaya pengondisian hanya satu calon saja. Degarkan aspirasi para anggotanya," kata La Nyalla Mattalitti, Rabu(28/6/2019).
(Baca juga: PBTI Seleksi 64 Atlet untuk Kejuaraan Taekwondo Tingkat Asia)

Dikatakan, jika nantinya Musyawarah Nasional (Munas) hanya diikuti satu calon, dikhawatirkan muncul sikap otoriter bagi calon yang terpilih secara aklamasi.
"Maka dari itu fungsi dari Tim Penjaringan dan Penyaringan juga harus bersikap lebih fair. Mereka tugasnya bukan menyeleksi calon tapi hanya merekomendasikan calon untuk kemudian diserahkan kepada Pleno dalam Munas nanti," ungkapnya.
Artinya, yang memutuskan calon itu berhak atau tidak untuk maju adalah melalui Pleno bukan oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan yang dibentuk KONI Pusat. Sesuai jadwal, Munas pemilihan calon Ketua Umum KONI Pusat digelar di Hotel Sultan, Senayan, pada 2 Juli 2019.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.