nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Salah Pemilihan Ban Jadi Alasan Morbidelli Tampil Buruk di Qatar

Andika Pratama, Jurnalis · Jum'at 22 Maret 2019 07:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 22 38 2033401 salah-pemilihan-ban-jadi-alasan-morbidelli-tampil-buruk-di-qatar-vJvPKceowl.jpg Franco Morbidelli (Foto: Laman resmi MotoGP)

MATTIGHOFEN – Pembalap Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli, membeberkan kesalahannya pada MotoGP Qatar 2019. Pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Losail tersebut, Morbidelli hanya mampu finis di posisi ke-11. Torehan buruk itu didapatkan karena Morbidelli salah memilih tipe ban belakang.

Pada MotoGP Qatar 2019, Morbidelli memulai balapan dari posisi delapan setelah tampil cukup baik di kualifikasi. Setelah itu, Morbidelli memilih untuk menggunakan ban belakang lunak dibandingkan medium saat balapan.

Franco Morbidelli (Foto: Laman resmi MotoGP)

Morbidelli memilih ban belakang lunak karena merasa mendapatkan kecepatan yang lebih baik. Namun, keputusan itu justru menjadi bumerang bagi Morbidelli yang gagal menunjukkan performa terbaiknya.

BACA JUGA: Rossi Telah Siapkan Penerus saat Pensiun Nanti

Pada awalnya, rencana Morbidelli memang berjalan dengan baik tetapi kondisi ban terus menurun jelang akhir balapan. Hal itu membuat Morbidelli sulit untuk meningkatkan kecepatannya sehingga harus puas finis di posisi 11.

Franco Morbidelli (Foto: Laman resmi MotoGP)

“Saya merasa sangat kuat di awal balapan dan berusaha mengelola ban, saya tidak mencapai batas. Saya pikir semua orang tidak banyak mendorong (di awal). Jadi saya senang dengan hal itu. Saya senang dengan perasaan yang saya miliki dengan motor dan segalanya,” kata Morbidelli, seperti yang dilansir dari Crash, Jumat (22/3/2019).

“Kami hanya tidak mengelola ban dengan baik. Saya harus banyak memperlambat dan pada dasarnya masuk ke mode pertahanan serta mencoba untuk membawa motor sampai akhir. Sedikit kecewa karena saya juga cepat dengan ban medium, tetapi saya memutuskan untuk menggunakan ban lunak karena saya sedikit lebih cepat dan pada dasarnya itu tidak membuahkan hasil. Kami hanya harus pergi ke Argentina dan melihat bagaimana levelnya di sana,” pungkasnya.

(ADP)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini