nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Turut Protes Winglet, Brivio Tegaskan Suzuki Tak Berniat Jatuhkan Ducati

Djanti Virantika, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 19:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 15 38 2030611 turut-protes-winglet-brivio-tegaskan-suzuki-tak-berniat-jatuhkan-ducati-XHMTLl14Lk.jpg Danilo Petrucci. (Foto: Twitter Mission Winnow Ducati)

HAMAMATSU – Manajer Tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio, beberkan alasan utama timnya turut mengajukan protes terhadap Ducati di MotoGP Qatar 2019. Brivio menegaskan protes tersebut tidak dilakukan Suzuki untuk menjatuhkan Ducati.

Di gelaran seri perdana MotoGP 2019, Ducati memang mendapat protes dari empat tim lantaran dituding menggunakan perangkat ilegal di motor anyarnya. Empat tim yang memprotes Ducati ialah Suzuki, Honda, KTM, serta Aprilia. Akibat protes ini, kemenangan yang diraih pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, pun sempat terancam dianulir.

Andrea Dovizioso

Tetapi, penyelidikan cepat yang dilakukan pihak-pihak terkait memastikan winglet yang terdapat di ban belakang motor Ducati bukanlah komponen ilegal. Alhasil, Dovizioso tetap dinyatakan sebagai pemenang di seri perdana MotoGP 2019 itu.

BACA JUGA: Buntut Protes Winglet, Ducati Siap Laporkan Balik Honda

Ducati tentu saja geram mendapati sikap dari keempat tim ini. Mereka merasa seperti sengaja dijatuhkan oleh keempat tim tersebut. Tetapi, Brivio memastikan protes yang dilakukan Suzuki bukanlah untuk menjatuhkan Ducati. Mereka hanya berusaha menyelesaikan masalah tersebut karena Suzuki tak pernah mendengar adanya keterangan yang memperbolehkan perangkat tersebut.

Kini, Suzuki pun mendesak Federasi Balap Motor Internasional (FIM) untuk menentukan sikap lebih lanjut atas masalah tersebut. Pengumuman soal legal atau tidaknya perangkat tersebut pun bakal diumumkan pada 31 Maret 2019 saat gelaran MotoGP Argentina 2019.

Andrea Dovizioso

"Kami mengajukan protes untuk menyelesaikan situasi ini untuk selamanya. Kami mengharapkan posisi yang jelas dari FIM, Direktorat Teknis, dan semua otoritas terkait. Dengan mengajukan protes ini, kami memaksa mereka untuk mengevaluasi, menilai, dan mengklarifikasi prinsip-prinsip peraturan dan kebijakan,” ujar Brivio, sebagaimana dikutip dari Speedweek, Jumat (15/3/2019).

“Seperti yang saya katakan sebelumnya, itu adalah tujuan utama dari pendekatan kami, untuk mengklarifikasi. Kami ingin mengetahui apa saja yang telah diizinkan dan apa yang tidak boleh dilakukan,” tukasnya.

(dji)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini