
"Ada faktor luck juga di game kedua. Pada game pertama, saya agak nervous, di awal-awal masih cari-cari cara main. Tahun ini rasanya beda, biasanya di All England bolanya agak berat, kali ini agak kencang," ucap Jonatan, dikutip dari laman resmi PBSI, Kamis (7/3/2019).
“Waktu tertinggal 11-19 itu, saya hanya main nothing to lose saja. Mungkin Lee ada trauma, sudah leading jauh jadi tersusul. Sebetulnya permainan dia tidak jauh beda dengan yang sebelumnya, saya lebih berusaha untuk tidak mengikuti tipe mainnya dia yang agak lambat," tukasnya.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.