BACA JUGA: Rajai Pencak Silat Asian Games 2018, Pelatih: Kalau Bukan Indonesia Siapa Lagi?
Para atlet silat di Jabar, tutur Icak, diketahui sudah dilatih saat masih berusia delapan tahun. Mereka digembleng untuk berlatih terus-menerus. Para atlet silat ini, lanjut Icak, telah melewati proses yang berat dan panjang, mulai dari mengikuti pertandingan yang tidak selalu berakhir dengan kemenangan. Tetapi, perjuangan itu telah terbayarkan saat ini dengan mencatatkan prestasi pada gelaran Asian Games 2018.
"Ini sudah disiapkan ya, kemarin saya kordinasi dengan Dispora Pak Yuda bahwa apresiasi untuk para peraih medali tidak hanya pencak silat tentunya ya, dengan cabor yang lain. Tapi, nanti itu akan diberikan, kita kan masih ada Asian Paragames pada Oktober. Jadi, apresiasi yang akan diberikan oleh Pemprov (Jabar) bersamaan dengan hasil Asian Paragames," katanya.
"(Dari IPSI Jabar) nanti ada uang kadeudeuh walaupun tidak seperti apa yang diberikan oleh pemerintah pusat tentunya. Namun, ini sekadar kadeudeuh saja. Kita juga berencana untuk bertemu nanti yah dengan gubernur terpilih bersama para atlet," sambungnya.
Prestasi delapan atlet ini pun, ungkap Icak, juga dianggap sebagai tabungan untuk menghadapi Olimpiade dan PON 2020 yang bakalan digelar di Papua.
"Kita harap di Olimpiade ini pesilat dari Jabar juga bisa berkiprah di sana dan kalau kita IPSI Jabar tentu punya target untuk mempertahankan prestasi pada tahun 2020 untuk PON di Papua," jelasnya.