Kemeriahan Indonesia Open 2018 dengan Wajah Baru Istora

Bagas Abdiel, Jurnalis · Senin 09 Juli 2018 05:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 09 40 1919681 kemeriahan-indonesia-open-2018-dengan-wajah-baru-istora-fP6ixKFQgE.jpg Istora Senayan (Foto: ANTARA)

JAKARTA – Gelaran Indonesia Open 2018 telah selesai digelar. Penyelenggaraan yang dimulai sejak 3-8 Juli 2018 itu ternyata memberi kesan baru bagi mereka yang menikmati turnamen bulu tangkis terbesar di dunia tersebut. Keberadaan Istora Senayan dengan wajah baru pun bisa menjadi salah satu faktor meriahnya penyelenggaraan tahun ini.

Tak hanya itu raihan dua gelar di ajang turnamen sekelas BWF Super 1000 menjadi kejutan tersendiri. Pasalnya sangat jarang bagi Tim Merah Putih untuk meraih dua gelar di ajang yang bergengsi. Terlebih di Indonesia Open yang terakhir memenangkan dua gelar terjadi pada 2006.

Istora Senayan (Foto: ANTARA)

Sementara itu dari sisi konsep, Ketua Panitia Pelaksana yakni Achmad Budiharto menyampaikan bahwa konsep yang ditawarkan pada gelaran Indonesia Open 2018 menggunakan konsep lama tetapi memunculkan tampilan baru. Tak hanya itu pencapaian penonton yang tinggi juga menjadikan Indonesia Open 2018 begitu meriah. Padahal harga tiket yang ditawarkan pada tahun ini jauh lebih mahal dari tahun-tahun sebelumnya.

“Patut bersyukur bahwa turnamen Indonesia Open 2018 selesai dengan baik, selamat dan sukses. Hasil yang kita peroleh juga tidak mengecewakan dapat dua gelar. Secara keseluruhan kami menggunakan konsep lama tapi tampilan baru,” ungkap Budi, dalam konferensi pers.

Baca juga Tontowi/Liliyana Juarai Indonesia Open 2018 Usai Kandaskan Perjuangan Wakil Malaysia

“Dari tiga aspek (berjalan baik). Pertama jalannya pertandingan, berjalan lancar sesuai jadwal. Kedua dari kehadiran penonton sangat memuaskan dan pecahkan rekor. Hari pertama biasanya hanya 2-3 ribu sekarang 4 ribu orang. Ketiga ada hal baru yang membuat orang penasaran karena menggunakan Istora baru dan ada hal baru contohnya blibli market dan kids zone,” tambahnya.

“Menurut Binpres (Bidang Pembinaan dan Prestasi) satu target. Jadi ini melebihi target. Kami jarang dapat dua gelar meski tuan rumah. Jadi ini hasil menggembirakan. Petanya sedikit memberikan gambaran untuk Asian Games. Jadi harus waspadai dan berusaha fokus serta tingkatkan,” pungkasnya.

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya (Foto: ANTARA)

Kemeriahan juga dirasakan para atlet yang berdecak kagum dengan kemeriahan Istora, terutama penonton. Seperti yang disampaikan pasangan ganda campuran Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying yang tak berdaya menghadapi pasangan Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir karena didukung ribuan penonton di Istora.

“Dahsyat, pembicaraan saya dengan Chan pun tidak bisa didengar. Ini juga merupakan tekanan yang tinggi bagi kami,” ungkap Goh, seusai pertandingan melawan Tontowi/Liliyana.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini