Marcus/Kevin Kritik Wasit Usai Lolos ke Semifinal Indonesia Open 2018

Bagas Abdiel, Jurnalis · Jum'at 06 Juli 2018 18:12 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 06 40 1918965 marcus-kevin-kritik-wasit-usai-lolos-ke-semifinal-indonesia-open-2018-SxzT4uwNHE.jpg Marcus/Kevin lolos ke semifinal Indonesia Open 2018. (Foto: Bagas Abdiel/Okezone)

JAKARTA – Pasangan ganda putra, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, melaju ke semifinal Indonesia Open 2018 Super 1000 usai mengandaskan wakil Denmark, Mads Pieler Kolding/Mads Conrad-Petersen dengan skor 20-22, 22-20 dan 21-18 di Istora Senayan, Jumat (6/7/2018) sore WIB. Meski meraih kemenangan, pasangan peringkat satu dunia itu ternyata memendam kekesalan pada pertandingan tersebut.

Banyaknya drama pada laga itu membuat Duo Minions -julukan Marcus/Kevin- merasa kesal. Seperti yang terjadi pada set ketiga, di mana bola menyentuh badan Conrad-Petersen dan malah meminta challenge yang diterima oleh wasit. Hal itu akhirnya memicu emosi Marcus/Kevin di kedudukan 17-14.

Kalahkan Ganda Malaysia, Kevin/Marcus Melaju ke Perempatfinal

“Set pertama kami sudah unggul juga 20-19, tapi kami kehilangan game (set pertama) karena servis (tinggi) Conrad, tapi itu sudah keputusan service judge juga jadi kami terima. Di set kedua kami sudah ketinggalan juga, tapi berusaha buat mengembalikan keadaan dan kami bisa. Set ketiga kami sudah unggul jauh, tapi ada kejadian itu,” ungkap Kevin, seusai pertandingan.

BACA JUGA: Marcus/Kevin Melenggang ke Semifinal Indonesia Open 2018 Usai Taklukkan Wakil Denmark

“Lucu sih dari awal wasitnya seperti kayak rasis gitu (tidak ada apa-apa, tetapi diperingati), itu bola sudah menyentuh banget terus sudah beberapa saat kemudian dia (Conrad-Petersen) baru meminta challenge, kan challenge itu langsung, setelah bola jatuh langsung challenge, terus dikasih sama wasit. Itu enggak fair banget,” lanjut Kevin.

Marcus yang juga sempat protes karena beberapa kali service-nya terkena fault ikut geram dengan keputusan wasit yang menerima permintaan challenge. Bahkan ia mengkritisi keputusan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang dinilai kurang kompeten dalam memilih wasit di lapangan dan referee turnamen.

Kalahkan Ganda Malaysia, Kevin/Marcus Melaju ke Perempatfinal

“Kayaknya enggak adil juga wasitnya begitu, masa yang main bule (dari Eropa), wasitnya bule, service judge-nya bule, kami mainnya di Indonesia. Kalau di Denmark mungkin saja wasitnya bule semua, ini di Indonesia, seharusnya dimasukkan satu wasit dari Asia,” tambah Marcus.

“Terus pas kami keluar referee (wasit turnamen) marah-marahin kami. Katanya ‘kamu mainnya ga baik’. Referee bilang mau kasih kami kartu hitam, dia yang salah, terus masa sekarang kami dikasih kartu hitam. Enggak tahu BWF enggak kompeten saja. Ya enggak masuk akal juga, masa kartu hitam,” pungkasnya.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini