nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelatih Tinju Harap Pelatnas di Ukraina untuk Asian Games 2018 Diperpanjang

ant, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 10:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 15 43 1859903 pelatih-tinju-harap-pelatnas-di-ukraina-untuk-asian-games-2018-diperpanjang-8bIzD4mMyk.jpg Petinju Indonesia (kiri) saat hadapi wakil Jepang di test event Asian Games 2018. (Foto: ANTARA/Fanny Octavianus)

JAKARTA - Salah satu pelatih tinju pemusatan latihan Pengurus Besar Persatuan Tinju Amatir Indonesia Hendrik Simangunsong mengharapkan waktu pemusatan latihan atau "training camp" para petinju di Ukraina ditambah dari jadwal satu bulan setengah.

"Usul saya kalau bisa pemusatan latihan lebih lama di Ukraina. Ini rencananya satu bulan setengah, menurut saya kurang berefek. Kalau bisa pulang dari sini langsung ke Ukraina. Idealnya kalau bisa empat bulan apalagi kita tuan rumah," kata Hendrik di JI Expo Kemayoran, Jakarta.

Hal tersebut, kata dia, akan lebih mematangkan persiapan Indonesia di Asian Games 2018, di mana lawan yang dihadapi merupakan negara yang kuat dengan tradisi tinju.

"Kualitas rata-rata petinju kita jauh sekali, dan yang dihadapi nanti negara-negara seperti Uzbekistan, Tajikistan yang gak ikut 'test event'. Belum lagi dari Iran, jadi saya rasa perpanjangan waktu bisa jadi modal bagus," ujar Hendrik.

BACA JUGA: Ganda Putra Raih Emas Pertama Pencak Silat di Test Event Asian Games 2018

Petinju dari Pertina sendiri, pada 11-15 Februari 2018, mengikuti turnamen uji coba ("test event") bertajuk "Invitation Tournament" Asian Games 2018.

Pertina yang menurunkan 10 petinjunya dalam "test event" hanya mampu menempatkan dua petarungnya, yakni Mario Blasius Kali di kelas terbang ringan (46-49 kg) putra dan Grece Savon Simangunsong di kelas welter (69 kg) putra, di partai final. Delapan petinju lainnya harus tersungkur pada semifinal dan perempat final.

Hendrik menilai seharusnya Indonesia bisa menempatkan lebih dari dua petinju pada partai final, mengingat hanya sebagian negara peserta yang diundang walau memang yang diundang juga merupakan negara kuat, seperti Thailand, Jepang (tim inti), India (tim inti).

"Jadi karena sedikit negara yang ikut, saya berpikiran kalau lebih banyak bakal lebih sulit. Tapi memang 'drawing' menentukan dan kebetulan banyak petinju kita melawan Thailand dan saya rasa kalah-pun 50:50. Faktor utama kita kalah jam terbang juga, jadi adanya program pemustan latihan luar negeri dan turun turnamen, saya rasa sangat baik buat tim," ujarnya.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini