Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenang Ayrton Senna, Pembalap F1 Legendaris yang Kehilangan Nyawa di Sirkuit Imola

Karina Nur Shabrina , Jurnalis-Senin, 01 Mei 2017 |18:30 WIB
Mengenang Ayrton Senna, Pembalap F1 Legendaris yang Kehilangan Nyawa di Sirkuit Imola
Ayrton Senna (Foto: BBC)
A
A
A

TEPAT 23 tahun lalu, para penggemar ajang balap mobil Formula One (F1) dikejutkan dengan kabar kecelakaan dalam balapan yang merenggut nyawa seorang pembalap Tim Williams. Pada 1 Mei 1994, dunia kehilangan salah satu pembalap terhebatnya, Ayrton Senna, dalam gelaran Grand Prix (GP) San Marino di Sirkuit Imola, Italia.

Nahas, nyawa Senna harus hilang kala memimpin balapan di Sirkuit Imola GP San Marino. Menjadi pembalap terhebat saat itu, kabar kematian Senna bagai petir di siang bolong bagi warga Brasil, negara asal sang pembalap. Kecelakaan yang sangat fatal di tikungan Tamburello, salah satu tikungan di Sirkuit Imola itu membuat nyawa Senna tak tertolong.

Kecelakaan tragis pembalap kebanggaan Brasil itu terjadi saat balapan berlangsung di lap ketujuh. Mendekati tikungan Tamburello, mobil yang dikendarai Senna keluar dari lintasan dan menabrak pagar beton tanpa pembatas. Tengah melaju kencang bersama mobilnya, Senna keluar jalur dengan kecepatan 310 km/jam.

Namun, dua detik sebelum menabrak pagar beton, sang pembalap sempat berusaha memperlambat laju mobil hingga 218 km/jam. Tak ayal, mobil FW16 sasis nomor 02 yang dibawa Senna itu pun rusak parah di bagian sisi kanan hingga akhirnya berhenti berputar. Itu adalah mobil terakhir yang mengantarkan Senna melaju di tempat yang dicintainya, lintasan balap.

Senna sendiri merupakan juara dunia F1 pada 1988, 1990, dan 1991. Ayrton Senna da Silva –begitu nama lengkapnya– meninggal dunia di usia 34 tahun sebagai pembalap fenomenal dengan berbagai prestasi yang fantastis. Ia berhasil menjadi juara dunia pertama kali kala membela Tim McLaren. Pada GP 1988, ia bersaing ketat dengan rekan setimnya, Alain Prost, yang sekaligus dikenang sebagai salah satu duel terhebat dalam sejarah F1.

Senna pun dikenal sebagai pembalap andal di lintasan basah hingga melahirkan julukan The Rain Man bagi dirinya. Senna juga dijuluki Master of Monaco karena berhasil menjuarai GP Monaco yang berlangsung di Sirkuit Montreal enam kali. Prestasi lain sang driver adalah rekor pole position sebanyak 65 kali dalam 161 balapan. Itu adalah rekor terbanyak sejak 1989 hingga 2006, sebelum akhirnya dilewati Michael Schumacher.

Kini, 23 tahun setelah kecelakaan tragis itu terjadi, publik tidak akan lupa mengenang kematian Senna. Memulai GP pertama di Brasil pada 1984, meraih kemenangan pertama dalam GP Portugal 1985, meraih kemenangan terakhirnya dalam GP 1993 di Australia, dan melakukan balapan terakhir di GP San Marino 1994, sosok Senna tak akan dilupakan. Pembalap legendaris Brasil itu masih akan terus hidup dalam hati para penggemarnya. Meski dunia telah kehilangan sosoknya, kehebatan Senna akan terus membuat nama sang pembalap hidup.

(Fetra Hariandja)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement