Domenicali: Kubica Tak Mungkin Lagi

Fitra Iskandar, Jurnalis · Rabu 23 Oktober 2013 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 23 37 885878 5AY7FMMw9D.jpg Robert Kubica.(foto:Reuters)

MARANELLO - Ferrari tertarik untuk mendatangkan Robert Kubica, tapi tim prinsipal Stefano Domenicali tak yakin, Kubica bakal mau duduk di kokpit Formula One lagi.

 

Kubica menyisih dari ajang balap Formula One, sejak musim 2011, lantaran mengalami kecelakaan saat mengikuti lomba reli di Genoa, Italia, satu bulan sebelum balapan perdana musim 2011 di Bahrain. Kecelakaan cukup parah, sehingga pembalap Polandia tersebut mengalami patah tulang terutama di lengan dan kakinya.

 

Setelah pemulihan, Kubica mengaku rindu untuk terjun lagi ke Formula One, namun hasrat itu ia pendam karena kondisi fisiknya tak memungkinkan untuk mengendari jet darat itu.

 

Sebelum mengalami kecelakaan, pembalap Renault itu kerap dihubung-hubungkan dengan Ferrari. Dua tahun berlalu, fans masih penasaran dengan rencana tim Kuda Jingkrak itu.

 

“Ya, kami tetap memantau perkembangannya,” kata Dominecali, saat ditanya fans melalui website tim, seperti dikutip, ESPN. ”Sayangnya, saya tidak yakin dia akan kembali, karena kendala fisiknya. Dia masih berjuang dalam keterbatasan situasinya. Itu memprihatinkan,” katanya.

 

Terkait cedera pembalap, Domenicali juga ditanyai kenapa Ferrari mempertahankan Felipe Massa dalam jangka waktu lama, setelah pembalap Brasil itu mengalami insiden ketika kualifikasi di GP Hungaria Juli 2009 yang membuat bagian matanya cedera.

 

“Ada dua alasan. Dari sudut pandang medis, terbukti dia tak mengalami kerusakan permanen, seperti problem penglihatan, atau refleksnya. Kemudian, ada kepatutan yang membuat kami butuh memberikan pembalap, yang tidak terlalu punya banyak keberuntungan, sebuah kesempatan untuk menunjukkan dia layak bersama kami,” katanya.

 

“Jika persoalannya, Felipe tidak bisa memberikan performa yang kami harapkan, itu karena hyper-sensitivitas mobil yang terlalu bergetar di belakang, tapi di 2008, dia hampir juara, dan saya menganggapnya sebagai juara dunia. Kami merekrut Kimi Raikkonen karena kami ingin lebih. Ketika kami menggantinya dengan Fernando Alonso, dia tidak senang, sehingga dia kembali dengan gairah tinggi untuk melakukan yang terbaik,” kata Domenicali.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini