"Rwanda bangga dapat menjadi tuan rumah Grand Prix Afrika dan berbagi momen ini dengan lebih dari 100 juta penggemar di seluruh Afrika, yang layak melihat olahraga ini langsung di rumah mereka sendiri," ungkap Kagame.
Nama Rwanda sendiri belakangan semakin sering menjadi pusat perhatian dunia olahraga internasional. Sebelum kesepakatan F1 ini, negara tersebut juga telah dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Balap Sepeda Sepeda Jalan Raya (Cycling Road World Championships).
Kendati demikian, penunjukan Rwanda tak lepas dari gelombang kritik dan kontroversi. Sejumlah organisasi hak asasi manusia menilai pemerintah Rwanda di bawah kepemimpinan Kagame memanfaatkan ajang olahraga tingkat dunia sebagai sarana sportswashing demi memperbaiki citra publik negaranya.
(Rivan Nasri Rachman)