PERJUANGAN ganda campuran Indonesia di ajang Asian Games 2026 berbuah manis melalui torehan medali perak yang dipersembahkan oleh Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Meskipun tidak datang sebagai pasangan yang diunggulkan dalam nomor perorangan turnamen bergengsi tersebut, mereka mampu melaju mulus hingga partai puncak.
Pelatih kepala ganda campuran pelatnas bulu tangkis Indonesia, Nova Widianto, memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, hasil akhir yang diraih anak asuhnya sudah sejalan dengan target awal yang dipatok untuk sektor ini, yakni membawa pulang kepingan medali.
Langkah Amri/Nita dalam merengkuh tangga juara akhirnya harus terhenti di laga final yang dihelat di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Ichinomiya, Jepang. Mereka dipaksa mengakui ketangguhan unggulan kedua asal China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, melalui dua gim langsung dengan skor 19-21 dan 8-21.
Meskipun sukses mengamankan medali perak, Nova Widianto menyoroti masih adanya celah evaluasi yang harus segera dibenahi, khususnya terkait konsistensi permainan di lapangan.
"Kalau dari target memang masuk, ya. Targetnya, kan, Amri/Nita dapat medali dan ini bisa perak walaupun tidak unggulan. Hanya di pertandingan tadi sangat disayangkan, dari konsisten mereka untuk menerapkan pola sepanjang pertandingan yang belum," ungkap Nova melalui keterangan pers PP PBSI, dikutip Senin (5/10/2026).
Nova menambahkan dirinya sudah memberikan peringatan keras sebelum pertandingan dimulai mengenai bahaya besar yang ditebar oleh pasangan papan atas asal Negeri Tirai Bambu tersebut.
"Saya sudah wanti-wanti kalau kalian enggak bisa menerapkan pola yang benar lawan pemain China ini, akan susah," tambahnya.
Menyoroti jalannya pertandingan final, Nova menyayangkan hilangnya momentum krusial pada gim pembuka saat pasangan Indonesia sempat memimpin perolehan angka. Amri/Nita dinilai kehilangan ketenangan ketika berada di ambang kemenangan gim pertama setelah sempat unggul jauh.
"Karena pasangan yang nomor dua ini, pola mereka lebih bahaya. Tapi kalau berani menerapkan pola yang sudah disiapkan, masih ada celah. Dari awal sudah oke, tapi saat unggul 19-16 di gim pertama mereka ada rasa kesempatan untuk menang malah terburu-buru. Jadi dari servis pun mereka sudah berubah dan tadi mereka akui itu," sambung Nova.
Kendati demikian, sang pelatih tetap memaklumi proses tumbuh kembang anak asuhnya yang membutuhkan tahapan matang untuk mencapai level juara sejati. Persiapan yang terbilang singkat usai Kejuaraan Dunia berhasil ditutupi oleh tekad serta keyakinan tinggi untuk mengulang prestasi sebelumnya.
Secara keseluruhan, Nova menilai potensi teknis Amri/Nita, meliputi aspek serangan, pertahanan, hingga permainan taktis di depan net, sudah berada di jalur yang sangat baik dan bisa diandalkan. Tugas utama tim pelatih ke depan adalah menempa mentalitas serta konsistensi mereka agar mampu tampil stabil menghadapi tekanan di level tertinggi.
(Rivan Nasri Rachman)