NAGOYA – Pesta olahraga Asian Games 2026 baru saja dikejutkan oleh kemunculan seorang fenomena cilik asal Jepang. Yuki Kurihara, bocah berusia 11 tahun yang masih duduk di bangku sekolah dasar, sukses mencatatkan namanya dalam sejarah besar kejuaraan regional tersebut usai merebut medali emas!
Bertanding di Nagoya, Jepang, Yuki tampil tanpa beban di cabang olahraga (cabor) eSports. Ia sukses menaklukkan lawan-lawannya yang notabene berusia hampir tiga kali lipat lebih tua darinya, sekaligus memecahkan rekor sebagai peraih medali emas termuda sepanjang sejarah Asian Games.
Keberhasilan luar biasa ini diraihnya melalui dominasi mutlak pada gim puzzle populer, Puyo Puyo Champions. Dalam laga pamungkas, Yuki sukses melibas lawannya dengan skor telak 10-2 dan mempersembahkan medali emas eSports pertama bagi kontingen Jepang.
Di usia yang seharusnya masih dipenuhi permainan anak-anak, mental baja yang ditunjukkan Yuki justru menuai decak kagum. Media-media lokal Jepang menjulukinya sebagai sosok "invincible" atau tak terkalahkan berkat ekspresi datar dan ketenangannya yang luar biasa di setiap pertandingan.
Bahkan, sebelum memulai laga penentuan, bocah yang baru akan menginjak usia 12 tahun pada bulan Juni 2027 mendatang ini sempat terlihat menguap santai. Kombo 15-rantai yang ia lepaskan di final pun digambarkan media setempat sebagai permainan tingkat dewa yang mustahil dibendung.
Meski tampil superior di hadapan publik sendiri, Yuki tetaplah anak-anak pada umumnya. Ia mengaku sempat merasa salah tingkah saat pengalungan medali, sembari memuji bentuk penghargaan yang diterimanya.
"Medali ini benar-benar indah, berkilau, dan terasa berat," ungkap Yuki, dikutip dari New Straits Times, Jumat (2/10/2026).
Di balik kejeniusannya dalam merangkai strategi, keseharian Yuki menyimpan sisi unik yang menarik perhatian publik. Ia memiliki ritual khusus sebelum bertanding, yakni menyantap hidangan belut favoritnya demi membakar semangat berkompetisi.
Perjalanan karier profesionalnya sendiri terbilang sangat cepat, mengingat ia mulai mengenal gim Puyo Puyo sejak tahun pertama sekolah dasar. Setelah resmi mengantongi lisensi profesional pada April 2026 lalu, ia rutin mengalahkan para senior dewasa di berbagai kejuaraan.
Ketika disinggung mengenai rencana penggunaan hadiah uang kemenangannya, jawaban Yuki kembali mencuri senyum banyak orang. Karena kecintaannya pada benda-benda gemerlap, ia berencana memborong batu mulia berwarna biru kesukaannya.
“Saya menyukai barang-barang yang berkilauan jadi saya ingin membeli beberapa batu permata. Aku suka yang biru,” imbuh Yuki.
Meski kini telah menjelma menjadi pahlawan olahraga nasional dan dielu-elukan sebagai maestro eSports, Yuki menyimpan cita-cita yang sangat sederhana. Impian masa depannya sama sekali bukan dunia digital, melainkan mengabdi sebagai seorang masinis kereta api.
(Rivan Nasri Rachman)