MENPORA RI, Erick Thohir, mengapresiasi keberhasilan Kontingen Indonesia melampaui target medali emas Asian Games 2026. Tentunya hal itu menjadi sebuah prestasi membanggakan untuk Skuad Merah-Putih.
Medali emas kelima diraih dari atlet panahan Nurisa Dian Ashrifah yang turun di nomor Compound Women Individual. Ia mengalahkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco dengan poin 139-137 dalam laga final.
Erick menyampaikan apresiasi atas perjuangan Nurisa yang mampu tampil tenang dan konsisten hingga final. Ia tidak hanya menyumbang emas, tetapi juga mencatat sejarah karena menjadi medali emas pertama panahan Indonesia sejak dipertandingkan secara resmi di Asian Games pada 1978.
“Alhamdulillah, Indonesia kembali mendapatkan emas. Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya untuk Nurisa Dian Ashrifah dan seluruh tim panahan Indonesia yang telah berjuang luar biasa,” kata Erick, dikutip dari keterangan resmi, Kamis (1/10/2026).
“Ini adalah sejarah karena untuk pertama kalinya panahan Indonesia berhasil mempersembahkan medali emas di Asian Games, sejak resmi dipertandingkan pada 1978," sambungnya.
"Pertandingan final tadi sangat ketat, tetapi Nurisa mampu menjaga fokus dan konsistensinya sampai akhir. Ini menunjukkan bahwa untuk menjadi juara, kita harus berjuang sampai anak panah terakhir,” tambah Erick.
Pria yang juga menjabat Ketua Umum PSSI itu menekankan atlet yang masih bertanding tetap harus tampil sebagai mungkin. Hal itu tentunya agar Tim Indonesia dapat menambah perolehan medali
“Emas kelima sudah kita dapatkan dan berarti target empat emas yang kami tetapkan sudah terlampaui. Hari ini masih ada atlet-atlet kami yang berjuang di final, saya harap mereka tampil total dengan fighting spirit yang tinggi karena kita masih punya peluang untuk menambah emas," ucap Erick.
"Jangan sampai karena target sudah terlampaui, kita kemudian terlena. Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memberikan dukungan dan doa kepada mereka. Kita harus terus mengawal perjuangan mereka sampai pertandingan terakhir,” sambungnya.
Erick menegaskan setiap medali yang diraih Indonesia merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan atlet, pelatih, federasi, tim pendukung, dan berbagai pihak. Untuk prestasi dari panahan adalah buah pembinaan dan persiapan yang dilakukan secara konsisten.
“Lima emas ini tentu kita syukuri, apalagi hari ini kita juga menyaksikan sejarah baru dari panahan. Tetapi tidak boleh berhenti pada pencapaian hari ini. Kita harus melihat prosesnya. Ada cabor yang berhasil melampaui ekspektasi, ada yang masih berjuang, dan ada juga yang harus dievaluasi," ucapnya.
"Prestasi seperti yang ditorehkan Nurisa harus menjadi momentum untuk membangun prestasi yang lebih tinggi dan berkelanjutan menuju SEA Games 2027 dan Olimpiade 2028,” tutupnya.
(Wikanto Arungbudoyo)