Selain format jalur yang berbeda dibanding edisi sebelumnya, tantangan mental juga diuji oleh gangguan sistem timing dan insiden false start. Kondisi tersebut sempat membuat perlombaan tertunda beberapa kali ketika fisik dan pikirannya sudah berada dalam mode siap bertanding.
Meski sempat tertinggal di awal perlombaan final, Desak mampu menunjukkan mental juara untuk membalikkan keadaan. Perolehan medali emas ini sekaligus menjadi medali emas keempat bagi Kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Tambahan prestasi membanggakan ini memastikan Kontingen Indonesia telah sukses memenuhi target awal dengan mengoleksi total empat keping emas, tujuh perak, dan 20 perunggu. Ke depannya, Desak berharap torehan waktu fantastis ini menjadi batu loncatan penting guna mempersiapkan diri menuju panggung Olimpiade Los Angeles 2028.
(Rivan Nasri Rachman)