Kata-Kata Desak Made Rita Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Rabu 30 September 2026 20:11 WIB
Desak Made Rita Kusuma Dewi mengaku memanjat dengan penuh keikhlasan dan tak menyangka meraih medali emas (Foto: Instagram/@timindonesiaofficial)
Share :

KATA-KATA Desak Made Rita Kusuma Dewi usai raih emas dan pecahkan rekor Asian Games 2026 menarik untuk diulas. Apalagi, ia berhasil menang dengan selisih sangat tipis, yakni 0,002 detik.

Desak Made Rita sukses menyumbang satu medali emas dari cabang olahraga (cabor) panjat tebing nomor women’s speed. Bertanding di Portmesse Nagoya Exhibition Hall 1, Nagoya, Jepang, Rabu (30/9/2026) sore WIB, atlet asal Bali itu jadi yang tercepat.

1. Perjuangan Desak Made Rita

Di babak final, Desak Made sempat tertinggal saat start dari Deng Lijuan. Tapi, berkat kegigihannya, perempuan berusia 25 tahun tersebut bisa meraih kemenangan dengan selisih sangat tipis.

Betapa tidak, Desak Made membukukan 6,062 detik sementara Deng hanya berjarak 0,002 detik lebih lambat! Itu sekaligus memecahkan rekor Asian Games yang sebelumnya dipegang sang atlet asal China.

Perjuangan Desak menuju podium tertinggi tidak berlangsung mudah. Perlombaan sempat mengalami kendala sistem timing yang membuat pertandingan beberapa kali tertunda. Dalam kondisi tubuh dan pikiran yang sudah siap bertanding, ia harus menunggu hingga beberapa waktu lebih lama.

“Lebih ke ikhlas saja tadi. Dari sebelumnya saya juga melihat catatan waktu peserta lain. Bagus-bagus, selisihnya kecil. Jadi dari awal saya mencoba manjat dengan ikhlas saja,” ujar Desak, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (30/9/2026).

“Beberapa kali ada trouble yang lumayan mengganggu karena badan dan pikiran sudah siap. Tiba-tiba ditunda lima menit, kemudian lima menit lagi. Saya lebih mencoba berpikir positif dan mengalihkan pikiran,” lanjutnya.

Selain kendala teknis, Desak juga harus beradaptasi dengan format four-lane yang berbeda dari two-lane. Situasi false start pun membuat perlombaan harus diulang.

 

“Di sini menggunakan format four-lane, jadi fokusnya lebih tinggi dibandingkan two-lane. Seperti tadi, ketika terjadi false start, kami harus mengulang lagi,” katanya.

2. Blank

Menariknya, Desak mengaku sempat blank setelah melakukan panjatan karena belum mengetahui apakah dirinya menjadi pemenang. Begitu mengetahui dirinya kembali meraih emas sekaligus memecahkan rekor Asian Games, ia tak kuasa menahan tangis.

“Masih nge-blank. Saya tidak tahu siapa yang menang. Jadi saya manjat saja, sudah, manjat dengan ikhlas. Masih tidak percaya ternyata bisa sampai seperti ini. Rasanya langsung ingin menangis. Bingung juga, tapi sangat bersyukur,” papar Desak.

Ini merupakan emas kedua bagi Desak Made di Asian Games setelah sebelumnya di Hangzhou 2022. Ia berharap catatan waktunya bisa kembali dipangkas dan menjadi pijakan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

“Sekarang 6,62 detik, semoga bisa menjadi 6,05 detik. Dan ini juga menjadi loncatan untuk menuju Olimpiade Los Angeles 2028,” tutupnya.

(Wikanto Arungbudoyo)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya