“Di sini menggunakan format four-lane, jadi fokusnya lebih tinggi dibandingkan two-lane. Seperti tadi, ketika terjadi false start, kami harus mengulang lagi,” katanya.
Menariknya, Desak mengaku sempat blank setelah melakukan panjatan karena belum mengetahui apakah dirinya menjadi pemenang. Begitu mengetahui dirinya kembali meraih emas sekaligus memecahkan rekor Asian Games, ia tak kuasa menahan tangis.
“Masih nge-blank. Saya tidak tahu siapa yang menang. Jadi saya manjat saja, sudah, manjat dengan ikhlas. Masih tidak percaya ternyata bisa sampai seperti ini. Rasanya langsung ingin menangis. Bingung juga, tapi sangat bersyukur,” papar Desak.
Ini merupakan emas kedua bagi Desak Made di Asian Games setelah sebelumnya di Hangzhou 2022. Ia berharap catatan waktunya bisa kembali dipangkas dan menjadi pijakan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
“Sekarang 6,62 detik, semoga bisa menjadi 6,05 detik. Dan ini juga menjadi loncatan untuk menuju Olimpiade Los Angeles 2028,” tutupnya.
(Wikanto Arungbudoyo)