Keluhan serupa ternyata tidak hanya datang dari kubu Korea Selatan saja. Sejumlah pebulu tangkis top dunia lainnya seperti pebulu tangkis putra India, HS Prannoy, turut melayangkan protes keras di media sosial terkait padatnya jadwal pertandingan yang memaksa atlet bertanding dengan waktu istirahat sangat minim.
Dampak dari penjadwalan yang buruk ini juga dirasakan oleh atlet Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, yang terpaksa mundur dari nomor perorangan karena belum pulih dari cedera. Bahkan, wakil Indonesia Jonatan Christie turut menjadi korban kelelahan setelah mengalami situasi serupa harus bermain dua kali dalam sehari.
Kendati dihadapkan pada situasi yang menguras tenaga dan menuai kritik luas, fokus utama An Se-young kini tetap tertuju pada partai final. Pada partai final yang berlangsung siang ini, Selasa (29/9/2026), An Se-young akan melawan jagoan tunggal putri asal Jepang, Akane Yamaguchi.
(Rivan Nasri Rachman)