PROFIL Putri KW menarik untuk diulas. Sebagai salah satu tunggal putri andalan Indonesia, perjalanan karirnya di lapangan bulu tangkis patut untuk diketahui lebih jauh. Terlebih, ia baru saja tampil di Asian Games 2026.
Di ajang tersebut nama Putri masuk dalam skuad tunggal putri bersama dengan Thalita Ramadhani Wiryawan. Keduanya turun di nomor beregu dan perorangan pada cabang olahraga (cabor) bulu tangkis Asian Games 2026.
Putri Kusuma Wardani atau yang akrab dengan sapaan Putri KW, lahir di Tangerang pada 20 Juli 2002. Pebulu tangkis berdarah Depok ini memiliki tinggi badan 170 cm dan bermain dengan tangan kanan.
Putri sudah mengenal bulu tangkis pada usianya yang ke 8 tahun. Ia memulai perjalanan kariernya bersama dengan Arhat Club/Putra Manunggal, lalu masuk Pelatnas PBSI pada 2017. Kini, sang pemain berada di tingkat utama nomor tunggal putri dan tercatat sedang membela Exist Badminton Club.
Sejak saat itu, panggilan tersebut terus dipakai hingga sekarang. Di luar lapangan, Putri dikenal cukup tertutup soal kehidupan pribadi. Tak heran, informasi tentang dirinya di luar dunia bulu tangkis tidak sebanyak kisah perjalanan karirnya.
Putri mulai serius meniti karier profesional di dunia bulu tangkis setelah bergabung dengan PB Exist Jakarta pada 2018. Penampilannya yang stabil di level junior langsung mencuri banyak perhatian.
Potensinya kian terlihat saat ia membawa pulang medali emas bersama tim Indonesia dari Kejuaraan Dunia Junior BWF 2019. Dua tahun kemudian, Putri mulai unjuk gigi di panggung internasional lewat gelar juara Spain Masters 2021.
Salah satu capaian terbesarnya datang pada tahun 2024 ketika ia menjuarai Korea Masters. Gelar itu membuatnya tercatat sebagai atlet tunggal putri Indonesia pertama yang naik ke podium tertinggi di turnamen tersebut.
Pada tahun yang sama, Putri juga melaju ke final Taipei Open dan Hong Kong Open 2024. Meski hanya selesai sebagai runner-up di kedua turnamen itu, konsistensinya menunjukkan ia siap bersaing di level yang lebih tinggi.
Di Asian Games 2026, Putri mampu membawa Tim Bulu Tangkis Indonesia merebut medali perunggu di nomor beregu putri. Sayangnya, di nomor perorangan, ia rontok duluan di babak 16 besar.
(Wikanto Arungbudoyo)