"Ya pastinya ada tanggung jawab lah yang harus saya selesaikan dengan baik. Ada tim juga tadi yang enggak berhenti sama sekali mendukung saya dan ya pastinya campur aduk, senang banget hari ini," beber Ubed.
Pertandingan melawan Weng Hongyang tidak berjalan mudah bagi Ubed, terutama pada gim pertama. Dia bahkan sempat tertinggal 17-20 sebelum akhirnya bangkit dan merebut gim tersebut dengan skor 23-21.
"Ya pastinya mungkin tadi pertama agak sedikit keteteran karena agak sedikit nervous. Ya, saya coba berusaha lebih tenang lagi dan pelatih juga terus meyakinin saya untuk bisa mengambil poin satu per satu, dan alhamdulillah bisa mengembalikan keadaan sih tadi," ujar Ubed.
Sebelum Ubed tampil sebagai penentu, Indonesia sempat tertinggal 0-2 dari China pada final beregu putra. Jonatan Christie lebih dulu kalah dari Shi Yuqi, kemudian Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri takluk dari Liang Weikeng/Wang Chang.
Indonesia kemudian bangkit melalui Alwi Farhan yang berhasil mengalahkan Li Shifeng. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin selanjutnya menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah menang atas He Jiting/Liu Yi.
Situasi tersebut membuat partai kelima menjadi penentu kemenangan Indonesia. Ubed kemudian menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa Indonesia mengalahkan China 3-2.