Indonesia Belum Dekati Target Perolehan Medali Asian Games 2026, Begini Komentar Menpora Erick Thohir

Cikal Bintang, Jurnalis
Rabu 23 September 2026 12:48 WIB
Menpora Erick Thohir. (Foto: Kemenpora)
Share :

NAGOYA — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mulai mengevaluasi capaian medali Kontingen Indonesia setelah memasuki hari kelima Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Evaluasi dilakukan bersama pimpinan cabang olahraga (cabor) untuk melihat kesesuaian hasil pertandingan dengan target yang telah disepakati sebelum keberangkatan.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, mengatakan target medali Indonesia tidak ditetapkan sepihak oleh Kemenpora. Menurutnya, target tersebut merupakan hasil pembahasan bersama dengan pimpinan cabor berdasarkan potensi, kesiapan, peluang, serta nomor pertandingan yang diikuti.

1. Evaluasi Objektif

“Sejak sebelum berangkat, kami sudah duduk bersama dengan para pimpinan cabang olahraga. Kami bahas potensi, peluang dan target masing-masing. Kita sepakati targetnya bersama-sama. Jadi target ini bukan dibuat sepihak oleh Kemenpora, tetapi merupakan hasil pembahasan dan kesepakatan bersama. Karena itu, selama pertandingan berlangsung, kita juga harus bersama-sama melihat apakah capaian di lapangan sesuai dengan target yang sudah kita sepakati,” ujar Erick dilansir dari rilis resmi Kemenpora, Rabu (23/9/2026).

Hingga memasuki hari kelima Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi satu medali perak dan delapan medali perunggu dari berbagai cabor. Salah satu capaian yang belum sesuai proyeksi berasal dari cabang olahraga wushu.

Wushu sebelumnya ditargetkan meraih medali emas melalui nomor taolu changquan putra. Namun, Indonesia harus puas dengan medali perunggu dari nomor tersebut.

Seraf Naro Siregar. (Foto: Instagram/timindonesiaofficial)

“Untuk Wushu, targetnya memang emas. Hari ini yang kita dapat adalah perunggu. Kita apresiasi perjuangan atlet yang sudah berjuang memberikan medali untuk Indonesia, tetapi kita juga harus terbuka bahwa hasil tersebut belum sesuai dengan target yang sudah kita sepakati sejak awal,” kata Erick.

Erick menegaskan evaluasi akan dilakukan secara objektif bersama pimpinan cabor. Evaluasi tersebut tidak ditujukan untuk mencari pihak yang disalahkan, melainkan melihat faktor yang membuat hasil pertandingan belum sesuai target dan menentukan langkah perbaikan.

2. Fokus Maksimalkan Sisa Pertandingan

“Target itu bukan sekadar angka di atas kertas. Target menjadi komitmen bersama. Ketika hasilnya sesuai, tentu kita apresiasi. Ketika hasilnya belum sesuai, kita evaluasi bersama. Itu bagian dari proses membangun olahraga Indonesia yang lebih profesional dan terukur,” tegas Menteri berusia 56 tahun itu.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya