PERJALANAN ganda campuran debutan PB Djarum, Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti, harus terhenti di babak semifinal Pontianak Indonesia Masters 2026. Bertanding di GOR Terpadu A. Yani, Kalimantan Barat, pasangan anyar ini takluk dua gim langsung dari wakil muda China, Liao Pin Yi/Zhang Jia Han.
Kekalahan dengan skor 18-21 dan 18-21 tersebut langsung memancing sorotan dari sang pelatih, Vita Marissa, terkait masa depan duet tersebut. Terlebih lagi, rekam jejak kedua pemain di panggung bulu tangkis internasional sebenarnya tergolong sudah sangat berpengalaman.
Menanggapi hasil minor tersebut, Vita Marissa dengan terbuka menyatakan bahwa pencapaian anak asuhnya masih berada di bawah target awal. Vita menilai dengan pengalaman yang sudah dimiliki Rehan/Melati seharusnya mereka bisa mencapai final, bahkan juara.
"Hasil ini di luar dari harapan yang diinginkan. Seharusnya dengan pengalaman yang mereka punya bersama pasangan-pasangan sebelumnya, hasil di sini bisa lebih dari semifinal," ujar Vita, dikutip dari laman resmi PB Djarum, Senin (7/9/2026).
Meskipun demikian, Vita tetap memberikan sedikit pemakluman mengingat status mereka yang baru pertama kali disandingkan dalam sebuah turnamen resmi. Ia juga melihat Rehan/Melati bermain cukup baik hingga membuat lawan-lawannya kerepotan.
"Tetapi, saya sendiri tetap memakluminya karena ini pertama kali mereka dipasangkan, dan kalahnya pun tidak mudah begitu saja. Lawan kesulitan untuk bisa mengalahkan Rehan/Melati," tambahnya.
Dalam laga semifinal tersebut, Vita juga menyoroti kelemahan krusial anak asuhnya yang kerap kehilangan fokus menjelang akhir pertandingan. Faktor ketenangan di poin-poin kritis dinilai menjadi pembeda utama yang membuat kemenangan di depan mata harus sirna.
"Di semifinal tadi saya melihat Rehan kurang tenang menghadapi poin-poin kritis yang akhirnya membuat keadaan berbalik. Dari yang selalu unggul, di akhir-akhir justru hilang fokus dan akhirnya kalah," jelas sang pelatih.
Sebelum dipasangkan, Rehan dan Melati memiliki prestasi mentereng bersama partner lama mereka, termasuk gelar juara Super 300 hingga level bergengsi Super 1000 All England. Oleh karena itu, standar tinggi yang diusung oleh PB Djarum menuntut adanya progres nyata dari duet baru ini ke depannya.
Sebagai langkah lanjutan, tim pelatih memberikan kesempatan kepada Rehan/Melati untuk membuktikan kualitas terbaik mereka di beberapa ajang berikutnya.
"Kita lihat saja di beberapa turnamen berikutnya. Seharusnya mereka bisa membuktikan diri di turnamen level Super 100 atau mungkin Super 300," sambung Vita.
Apabila dalam beberapa ajang ke depan grafik penampilan mereka mandek dan gagal memenuhi target, perombakan komposisi pemain menjadi opsi mutlak yang akan diambil.
"Jika di turnamen tersebut masih belum terlihat progresnya seperti apa, kami tim pelatih akan berbicara lebih lanjut mengenai kelanjutan pasangan ini akan seperti apa, karena kami di PB Djarum mempunyai target-target yang mesti dicapai," pungkas Vita.
(Rivan Nasri Rachman)