JAKARTA - Buku 'Membangun Otot di Negeri Kertas' karya Sadik Algadri akan dibedah dalam sebuah forum yang mempertemukan akademisi, wartawan senior olahraga, dan pakar pendidikan olahraga. Forum itu akan berlangsung di Gedung Serbaguna GBK, Jakarta, Sabtu, 5 September 2026,
Bedah buku ini diharapkan menjadi ruang dialog kritis mengenai perjalanan, persoalan, serta masa depan olahraga Indonesia. Khususnya dalam upaya membangun sistem olahraga nasional yang mampu melahirkan prestasi di tingkat internasional.
Buku Membangun Otot di Negeri Kertas lahir dari kegelisahan penulis melihat besarnya potensi olahraga Indonesia yang belum sepenuhnya ditopang oleh sistem pembinaan, manajemen, sport science, infrastruktur, kompetisi, serta kebijakan yang berkelanjutan.
Melalui buku tersebut, Sadik Algadri mengajak pembaca melihat olahraga bukan semata-mata sebagai urusan pertandingan dan perolehan medali, melainkan sebagai bagian penting dari pembangunan bangsa. Tentunya buku itu sangat menarik untuk dibedah.
“Olahraga Indonesia tidak cukup hanya memiliki atlet-atlet berbakat. Kita membutuhkan ekosistem olahraga yang kuat, profesional, berbasis ilmu pengetahuan, dan berkelanjutan,” demikian gagasan utama yang ingin didorong melalui buku tersebut kata Sadik Algadri.
"Saya percaya, prestasi internasional tidak lahir hanya dari atlet yang hebat. Prestasi membutuhkan ekosistem yang kuat," ujar Sadik.
Melalui buku Membangun Otot di Negeri Kertas, Sadik- mantan atlet judo nasional Indonesia - mencoba membongkar berbagai persoalan yang selama ini membelenggu olahraga Indonesia. Dia ingin melihat atlet-atlet Indonesia berdiri sejajar dengan atlet terbaik dunia.
"Bukan sebagai pelengkap kompetisi. Bukan sekadar penggembira. Tetapi sebagai kekuatan yang diperhitungkan," katanya.