Tapi, kebangkitan itu justru berbahaya buat karier Bearman. Sebab, ketika Hamilton melempem musim lalu, muncul rumor posisinya akan digantikan sang junior yang notabene jebolan Ferrari Racing Academy.
Bearman mengakui situasi ini tidak ideal buat kariernya. Tapi, mengingat usianya baru 21 tahun, ia memilih untuk bersabar, termasuk percaya pada langkah Ferrari menitipkannya di Haas F1 Team.
“Tentu saja, dalam kaitannya dengan masa depan saya, itu tidak ideal. Tapi, saya masih muda, masih 21 tahun. Saya tidak sedang terburu-buru,” terang Bearman.
“Buat saya, menetap di Haas untuk jangka waktu tertentu bukanlah hal yang buruk. Saya merasa masih banyak hal untuk dipelajari. Tujuan utama saya tetap menjadi pembalap untuk Ferrari,” tandasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)