Pria asal Italia itu optimistis Ducati masih bisa bersaing di 10 seri tersisa. Sebab, setiap trek punya karakteristik yang berbeda. Ada kalanya mereka diuntungkan, tapi tidak jarang tim tersebut harus mengakui keunggulan rival.
“Setiap trek akan punya ceritanya tersendiri. Akan ada trek di mana, seperti Silverstone (GP Inggris), di mana kami kesulitan, dan yang lain di mana kami tidak mengalami banyak kesulitan,” urai Pirro.
“Tidak ada solusi cepat atas masalah-masalah yang ada. Kami mengerjakannya tapi proyek ini bisa dibilang sudah selesai. Kami berharap bisa tiba di Valencia (seri terakhir) dan masih bisa meninggalkan jejak,” tandasnya.
Terdekat, ada MotoGP Aragon 2026 yang digelar di Sirkuit MotorLand Aragon, Alcaniz, Spanyol, 28-30 Agustus. Lintasan itu merupakan wilayah kekuasaan Marc Marquez dan diprediksi Ducati akan kembali berjaya.
(Wikanto Arungbudoyo)