"Iya itu dijelaskan kok, terus juga selalu di-reminder dari pelatih sehari-hari juga, terus dikasih PDF kan kami disuruh pelajari. Nanti ada arahan lagi dari pelatih di-reminder terus setiap hari, setiap datang sama pelatih," ungkap Amri.
Senada, Nita Violina Marwah, membenarkan ucapan tandemnya. Ia mengungkapkan, pelatih berperan sebagai perpanjangan tangan dari pengurus PBSI untuk mengingatkan soal aturan integritas.
"Jadi mungkin kami reminder-nya dari pelatih, mungkin pengurus lewat pelatih, jadi pelatih ke atletnya," tutur Nita.
Sementara itu, Pengurus Pusat PBSI sebelumnya sudah mengeluarkan pernyataan soal dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan atlet Indonesia. Sekretaris Jenderal (Sekjen), Ricky Soebagdja, menyatakan pihaknya bakal mendukung proses mekanisme penyelidikan dari BWF.
"PP PBSI menghormati dan mendukung sepenuhnya mekanisme yang diterapkan BWF sebagai bagian dari upaya menjaga integritas olahraga bulu tangkis serta menghormati independensi proses yang sedang berlangsung," ujar Ricky dalam keterangan resmi PBSI.
(Wikanto Arungbudoyo)