Kondisi psikologis dan ketidaknyamanan tersebut disinyalir menjadi salah satu alasan mengapa ia memiliki rekor minor di Indonesia. Sepanjang kariernya, pebulu tangkis hebat tersebut tercatat tidak pernah sekalipun merengkuh gelar juara di turnamen Indonesia Open maupun Indonesia Masters.
Pencapaian tertinggal dan paling maksimal yang pernah ia catatkan di publik Indonesia hanyalah menembus babak semifinal pada ajang Indonesia Open 2004 silam. Hal ini menunjukkan betapa angkernya Istora Senayan bagi salah satu tunggal putra terhebat dalam sejarah bulu tangkis dunia.
Kisah perjalanan Lin Dan membuktikan bahwa bahkan seorang pemain dengan status GOAT sekalipun pernah merasa tertekan oleh kegilaan badminton lovers Indonesia. Atmosfer kandang yang luar biasa bising terbukti menjadi benteng tersendiri yang sulit ditaklukkan oleh sang legenda asal China.
(Rivan Nasri Rachman)