KISAH Marc Marquez sebut Francesco Bagnaia sebagai tandem luar biasa di tim Ducati menarik untuk diulas. Sebab, itu membuktikan hubungan keduanya sangat baik.
Bagnaia bisa dibilang adalah anak emas Ducati. Pabrikan asal Italia itu mempromosikan sang pembalap ke kelas MotoGP sejak 2019 dengan dititipkan lebih dulu ke tim satelit Pramac Racing.
Dua musim di sana, Bagnaia naik ke tim pabrikan Ducati Lenovo mulai 2021. Total 31 kemenangan dan 63 podium dalam 139 balapan diraih oleh pria asal Turin tersebut hingga Juli 2026.
Dua gelar juara dunia dipersembahkan Bagnaia untuk Ducati. Ia merupakan kampiun kedua setelah Casey Stoner pada 2007 bagi tim pabrikan asal Borgo Panigale tersebut.
Keduanya juga pernah berduel langsung di lintasan. Puncaknya, mereka bersenggolan hingga sama-sama gagal finis pada MotoGP Portugal 2024. Garasi diprediksi akan membara.
Tapi, Marquez membuktikan sebaliknya. Ia mengakui Bagnaia menyambut dengan tangan terbuka di garasi tim. Bahkan, pria asal Spanyol itu berani menyebutnya sebagai tandem luar biasa.
"Tentu saja, Pecco menunjukkan kepada saya cara mengatasi (motor) Ducati. Saya menemukan motor yang sangat bagus, tetapi yang lebih penting, rekan setim yang jauh lebih baik. Persatuan adalah kekuatan, dan dengan persatuan Anda bisa melakukan apa saja,” ucap Marquez, dinukil dari Crash.
Perkataan itu disampaikan Marquez di hadapan Ducatisti pada event World Ducati Week beberapa waktu lalu. Momen terasa semakin manis karena sekaligus jadi perpisahan bagi Bagnaia dengan merk yang sudah membesarkan namanya.
Itulah kisah Marc Marquez sebut Francesco Bagnaia sebagai tandem luar biasa di tim Ducati. Patut dinanti seperti apa relasi keduanya ketika sudah tak lagi jadi rekan setim.
(Wikanto Arungbudoyo)