ASSEN – Marc Marquez memuji keputusan melarang penggunaan holeshot device mulai MotoGP Belanda 2026. Tapi, ia berharap para pembalap bisa mengendalikan motornya saat start.
Holeshot device jadi perbincangan jelang MotoGP Belanda 2026. Gara-garanya, Komite Grand Prix memutuskan untuk mempercepat larangan penggunaan piranti tersebut alih-alih pada 2027.
Di satu sisi, alat tersebut membantu mengurangi wheelie saat start. Sementara, di sisi lain, penggunaannya meningkatkan risiko keselamatan terutama di tikungan 1.
Hal itulah yang membuat Marquez khawatir. Menurutnya, di sesi latihan, situasinya sangat berbeda dibandingkan saat balapan nanti.
“Dari titik start hingga tikungan 1, jadi lebih berbahaya. Tapi, dari titik pengereman hingga tikungan, kami jadi lebih aman. Tapi, saya empat kali latihan start, dua di antaranya ban tidak menyentuh aspal saat sampai di tikungan,” urai Marquez, dinukil dari Crash, Minggu (28/6/2026).
Lebih lanjut, Marquez berharap para pembalap bisa mengendalikan akselerasi dan motornya dengan baik. Jika sebaliknya yang terjadi, bukan tidak mungkin akan menyebabkan kecelakaan.
“Mudah (saat latihan) karena Anda hanya perlu memutar gas (pelan-pelan) tetapi dengan semua motor (saat start sesungguhnya), kita tunggu saja siapa yang memutar gas sampai mentok,” kata Marquez.
“Dari start hingga titik pengereman, sesuatu bisa terjadi sangat cepat. Saya hanya berharap mereka semua bisa mengontrol motornya,” tutup pria berkebangsaan Spanyol tersebut.
Adapun, balapan MotoGP Belanda 2026 digelar di Sirkuit TT Assen, Assen. Lomba dijadwalkan berlangsung Minggu (28/6/2026) pukul 19.00 WIB sebanyak 26 putaran.
(Wikanto Arungbudoyo)