Tapi, KOVO tidak tinggal diam. Mereka sadar usulan itu bisa membuat klub rugi secara finansial karena pemain asingnya lebih banyak diparkir. Kualitas liga juga dikhawatirkan akan menurun.
Alhasil, KOVO berencana untuk menambah jumlah pertandingan di fase reguler, plus aturan untuk diciptakan rotasi pemain. Dengan demikian, talenta lokal memiliki kesempatan untuk bermain lebih banyak.
Langkah ini diambil sebagai alternatif memenuhi keinginan Cha. Di sisi lain, kebijakan tersebut juga tidak mengorbankan jumlah penampilan pemain-pemain asing.
Tentu saja, KOVO diharapkan bisa bersikap adil dalam mengakomodasi kepentingan tim nasional dan klub. Andai pun akan diterapkan regulasi baru, tampaknya menunggu musim 2026-2027 rampung lantaran ada kaitannya dengan hak siar televisi.
(Wikanto Arungbudoyo)