JAKARTA - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, membidik target masuk 20 besar ranking BWF pada akhir 2026. Anthony ingin kembali ke performa terbaiknya usai usai menjalani masa pemulihan karena cedera panjang.
Setelah comeback pada pertengahan 2025, ranking dunia Anthony sempat turun drastis. Saat ini, peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo tersebut berada di posisi ke-44 dunia.
Namun, Anthony optimistis bisa memperbaiki peringkat dunianya secara bertahap. Ia menilai masih ada cukup waktu untuk mengejar target hingga akhir musim nanti.
"Ya, kalau target sih pastinya pengen balik lagilah ya, kalau dari segi ranking kalau kita bahas itu. Mungkin saya mau targetin semaksimal mungkin masuk 20 dulu di tahun ini sampai beres," kata Anthony kepada awak media di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Anthony mengakui masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Tidak hanya soal teknik permainan, ia berupaya memperbaiki faktor non-teknis yang memengaruhi penampilannya di lapangan.
Menurut Anthony, cedera panjang dan hasil kurang maksimal dalam beberapa turnamen turut berdampak pada rasa percaya dirinya. Pebulu tangkis asal Cimahi, Jawa Barat, itu menyebut kekalahan di babak awal sempat memberikan tekanan tersendiri.
"Cuma memang ada PR-PR yang harus saya lakuin dulu, di Jakarta, terus juga enggak menutup kemungkinan dengan apa namanya cedera kemarin. Terus juga kalah babak-babak awal juga. Itu kan bisa dibilang kalau mau jujur memengaruhi kepercayaan diri juga," tutur Anthony.
Sepanjang musim ini, pencapaian terbaik Anthony adalah saat tampil di Swiss Open 2026. Saat itu, langkahnya terhenti di semifinal usai kalah dari wakil Jepang, Yushi Tanaka.
Meski hasilnya belum konsisten, Anthony menegaskan terus menjaga pikiran agar tetap positif. Ia ingin membangun kembali mental bertanding agar performanya bisa kembali stabil.
"Cuma memang itu yang harus di-fight terus sih, maksudnya tetap bilang positif, positif-positif terus setiap harinya ke saya sendiri," ujar Anthony.
Selain menjaga mental, Anthony memastikan kondisi fisiknya terus mengalami perkembangan positif. Dia menyebutkan rasa nyeri akibat cedera sebelumnya kini sudah jauh berkurang.
Anthony juga menjalani program latihan khusus untuk memperkuat kondisi tubuh dan mendukung proses rehabilitasi. Menurutnya, faktor nonteknis menjadi bagian penting dalam upaya mengembalikan performa terbaik.
"Sejauh ini kan memang puji Tuhan-nya cederanya juga sudah membaik. Jadi memang hal-hal yang kayak non-teknis itu juga yang memengaruhi kan buat lebih bisa improve terus sih," tegas Anthony
"Jadi dua-duanya harus diimprove. Cuma memang yang non-teknis ini yang lebih berpengaruh kan. Maksudnya, teknis udah siap semua latihan, udah 100% semua segala macam, tapi kayak non-teknis ini ada masalah sedikit kadang itu yang mengganggu di lapangannya, enggak bisa keluar performanya gitu," katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)