Regulasi Mesin 2026 Tak Jelas, Max Verstappen Isyaratkan Pensiun Dini dari F1!

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Minggu 24 Mei 2026 13:46 WIB
Pembalap Tim Red Bull Racing, Max Verstappen. (Foto: Instagram/maxverstappen1)
Share :

MONTREAL – Pembalap Tim Red Bull Racing, Max Verstappen baru saja melontarkan ancaman paling keras terkait masa depannya di Formula 1 (F1). Verstappen menegaskan dirinya siap angkat kaki dari jet darat jika perubahan regulasi unit daya (power unit) untuk musim 2026 tidak kunjung disepakati secara final.

Sebelumnya, FIA telah mengumumkan rencana revisi regulasi mesin 2026 dengan skema pembagian daya 60:40 antara mesin pembakaran internal dan komponen elektrik, lengkap dengan peningkatan aliran bahan bakar. Verstappen sendiri menyambut baik draf perubahan tersebut dan menyebutnya sebagai arah positif yang sangat dibutuhkan oleh F1.

Namun, masalahnya adalah belum ada kesepakatan bulat dari seluruh produsen mesin yang berlaga.

1. Tidak Sanggup

Kekesalan Verstappen memuncak usai sesi kualifikasi di F1 GP Kanada 2026. Ketika ditanya mengenai kelanjutan kariernya jika regulasi mesin tersebut gagal diubah dan tetap menggunakan format lama untuk musim-musim berikutnya, pembalap asal Belanda ini memberikan jawaban yang sangat menohok.

"Jika situasinya tetap seperti ini, tahun depan akan menjadi tahun yang sangat panjang. Dan saya tidak menginginkan hal itu," ujar Verstappen, dikutip dari Crash, Minggu (24/5/2026).

Max Verstappen. (Foto: Instagram/maxverstappen1)

Ketika didesak lebih jauh apakah kebuntuan regulasi ini bisa membuatnya benar-benar pergi, Verstappen tidak lagi menyembunyikan rasa frustrasinya. Ia mengaku bahwa bertahan di F1 dengan kondisi politik regulasi yang rumit seperti sekarang sudah tidak sehat bagi psikologisnya.

"Saya bisa katakan kepada Anda, jika kondisinya tetap seperti ini... mari kita lihat nanti. Secara mental, tidak akan sanggup bagi saya untuk bertahan dalam situasi seperti ini. Sama sekali tidak," tambahnya.

 

Menariknya, Verstappen juga menutup pintu rapat-rapat untuk opsi mengambil cuti panjang demi menunggu regulasi membaik di musim berikutnya. Jika ia memutuskan berhenti, maka itu akan menjadi akhir dari perjalanannya di F1. Baginya, masih banyak hal menyenangkan lain di luar sana yang bisa ia lakukan.

2. Sentil Rival yang Egois

Max Verstappen. (Foto: Instagram/maxverstappen1)

Verstappen sadar betul penolakan perubahan regulasi ini datang dari tim-tim rival yang saat ini merasa diuntungkan dengan peta kekuatan mesin yang ada. Karena itu, ia mendesak FIA dan pihak FOM untuk bersikap tegas demi kepentingan olahraga ini secara keseluruhan, sebuah pandangan yang juga diamini oleh pembalap Williams, Carlos Sainz.

"Inilah F1. Sederhananya seperti itu, dan ini sedikit memalukan. Beberapa orang yang saat ini mungkin memiliki sedikit keuntungan pasti akan mencoba mempersulit keadaan. Namun jika FIA dan FOM kuat, mereka harus langsung mengeksekusinya," imbuh Verstappen.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya