KISAH pevoli kebanggaan tanah air Rivan Nurmulki yang disebut sebagai si roket Indonesia menarik untuk diulas Okezone.
Di balik setiap spike keras yang bikin lawan ketakutan, ada kisah panjang seorang anak Jambi yang nyaris tak pernah bermimpi menjadi bintang bola voli. Kini namanya dikenal jutaan penggemar voli Indonesia: Rivan Nurmulki, "Si Roket Indonesia."
Rivan Nurmulki lahir di Merangin, Jambi, pada 16 Juli 1995. Ia awalnya tidak terlalu berminat pada voli.
Baru pada 2012, saat usianya menginjak 17 tahun, Rivan mulai mencoba-coba bermain voli, modal utamanya saat itu hanya kekuatan pukulan dan tinggi badan, sementara teori dasar voli belum ia kuasai betul.
Ketika tampil di Kapolda Cup Jambi, radar pencari bakat Surabaya Samator langsung melihat ada potensi anak muda berpostur 198 cm itu. Dari sanalah karier luar biasa Rivan bermula.
Julukan "Si Roket Indonesia" melekat pada Rivan bukan tanpa alasan. Julukan itu lahir dari keahliannya melakukan spike tajam nan mematikan, sekaligus merayakan pencapaian luar biasanya membawa Indonesia meraih emas tiga kali berturut-turut di SEA Games.
Rivan meraih medali pertamanya di SEA Games 2015 Singapura berupa perunggu, lalu perak di SEA Games 2017 Malaysia.
Kemudian tiga emas beruntun diraih di SEA Games 2019 Filipina, SEA Games 2021 Vietnam, dan SEA Games 2023 Kamboja — menjadikannya salah satu pevoli paling berprestasi sepanjang sejarah Indonesia.
Tak cukup bersinar di tanah air, Rivan juga tercatat sebagai pevoli pertama nasional yang berkarier di liga Jepang, yakni memperkuat VC Nagano Tridents pada musim 2021-2022.