KISAH miris ratu bulu tangkis cantik dunia yang diperbudak seniornya selama bertahun-tahun akan diulas Okezone. Ya, sungguh miris bukan, berstatus sebagai ratu bulu tangkis dunia tapi mendapat perlakuan tidak mengenakan.
Itulah yang harus dijalani An Se Young pebulu tangkis tunggal putri yang kini menyandang gelar Juara Olimpiade Paris 2024, Juara Dunia 2023, Juara Asian Games 2022, dan tunggal putri terbaik di dunia saat ini.
Pada 2017, ketika masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), ia sudah menorehkan prestasi di level junior Asia dan menjadi bagian dari tim Korea Selatan yang meraih gelar di Kejuaraan Junior Asia 2017.
Setahun kemudian, pada 2018, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya terwujud: An Se Young dipilih masuk ke pelatnas senior BKA hingga menjadikannya siswa SMP pertama dalam sejarah yang bergabung dengan tim nasional senior Korea Selatan.
Prestasi luar biasa. Namun di balik kehormatan itu, ada realita pahit yang dirasakan pebulutangkis putri nomor 1 dunia ini.
Sejak resmi masuk pelatnas BKA pada 2017, An Se Young saat itu masih berusia 15 tahun langsung berhadapan dengan budaya senioritas yang sudah mengakar kuat di dunia olahraga Korea Selatan, khususnya di lingkungan pelatnas bulu tangkis.
Media Korea Selatan Maekyung (MK) menjadi salah satu yang pertama membongkar perlakuan buruk yang diterima An Se Young selama bertahun-tahun di pelatnas BKA.
Laporan itu menggemparkan publik!
Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa An Se Young telah mengalami cedera lutut dan menderita akibat kebiasaan buruk di dunia olahraga termasuk harus membersihkan kamar beberapa seniornya dan mencuci baju mereka selama tujuh tahun di dalam tim nasional.