KUALA LUMPUR – Direktur Kepelatihan Ganda Nasional Malaysia, Rexy Mainaky, memberikan peringatan keras kepada para pemain di Akademi Bulu Tangkis Malaysia (ABM). Senada dengan legenda hidup Lee Chong Wei, Rexy menegaskan talenta sebesar apa pun tidak akan berarti tanpa fondasi disiplin yang kuat.
Rexy menyatakan dukungan penuhnya terhadap ketegasan Lee Chong Wei, Ketua Komite Atlet BAM, yang belakangan ini gencar menyoroti perilaku para pemain nasional.
Bagi Rexy, disiplin bukan hanya soal atlet yang patuh mendengarkan arahan pelatih di dalam lapangan. Ia memandang disiplin sebagai cerminan sikap dan tanggung jawab moral sebagai wakil negara.
Menurut Rexy, pemain muda sering kali terbuai dengan gaya hidup dan lupa bahwa status mereka sebagai atlet nasional membawa konsekuensi berupa sorotan publik yang tajam.
"Di rumah pun ada aturan, apalagi di tim nasional. Ini bukan tempat bagi mereka untuk berbuat sesuka hati hanya karena menyandang status pemain nasional," tegas Rexy, mengutip dari media Malaysia, New Straits Times, Senin (11/5/2026).
Rexy pun mengingatkan para pemain bahwa sejak bergabung dengan BAM, mereka bukan lagi individu biasa. Segala tindak-tanduk mereka akan selalu dipantau oleh masyarakat, sehingga menjaga sikap di luar lapangan sama pentingnya dengan performa di dalam lapangan.
Meskipun BAM saat ini masih mengedepankan pendekatan persuasif dibandingkan denda finansial yang berat seperti di beberapa negara lain, Rexy mengisyaratkan kesabaran manajemen ada batasnya. Selama ini, pihak kepelatihan masih memberikan kesempatan bagi pemain untuk memperbaiki diri melalui teguran dan nasihat.
Namun, Rexy memberikan perumpamaan menohok terkait pemain yang bebal terhadap peringatan yang diberikan berkali-kali.
"Jangan sampai menunggu peringatan ketiga atau keempat. Jika sudah sampai sepuluh kali diperingatkan tapi tidak berubah, lantas apa yang sedang kita lakukan? Apakah kita sedang bicara dengan tembok atau dengan pemain?" ujar Rexy dengan nada bicara yang lugas.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa para penghuni asrama ABM yang masih bermasalah dengan kedisiplinan akan menghadapi konsekuensi yang jauh lebih berat jika tidak segera menunjukkan perubahan sikap.
(Rivan Nasri Rachman)