Jemput Bola ke Sumatra dan Sulawesi, PB Djarum Perluas Jangkauan Audisi Umum 2026

Andri Bagus Syaeful , Jurnalis
Sabtu 09 Mei 2026 07:07 WIB
PB Djarum gelar Audisi Umum 2026 di Sumatra dan Sulawesi. (Foto: PB Djarum)
Share :

KUDUS PB Djarum kembali melakukan langkah strategis dalam perburuan talenta emas bulu tangkis Indonesia. Pada 2026 ini, audisi umum diperluas cakupannya hingga menjangkau wilayah Sumatra dan Sulawesi guna menjaring bibit unggul dari berbagai pelosok negeri.

Audisi itu diselenggarakan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation yang akan dilaksanakan di tiga kota. Dimulai dengan Pekanbaru, Provinsi Riau pada 7–12 Juli, lalu Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan pada 4–9 Agustus, serta Kudus, Provinsi Jawa Tengah pada 8–13 September.

Pada tahun ini, pencarian bibit pebulutangkis bertalenta dan bermental juara akan menyasar tiga kelompok usia, yakni U-11 (peserta dengan usia 8–10 tahun atau kelahiran 2016–2018), KU 11 (peserta berusia 11 tahun atau kelahiran 2015), serta KU 12 (peserta dengan usia 12 tahun atau kelahiran 2014), baik putra maupun putri.

Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto, menuturkan bahwa proses seleksi tahun ini tetap dirancang ketat dan kompetitif guna menemukan atlet-atlet muda dengan kualitas istimewa. Dia mengatakan penyelenggaraan audisi yang rutin setiap tahun merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan mata rantai pembinaan atlet di PB Djarum.

“Kami berharap melalui audisi ini dapat menemukan bibit-bibit unggul yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga memiliki karakter unik dalam bermain serta mental juara. Kombinasi tersebut penting untuk membentuk atlet dengan kualitas super yang mampu bersaing di level tertinggi,” jelas Sigit dalam keterangannya.

PB Djarum gelar audisi di luar Pulau Jawa. (Foto: PB Djarum)

1. Persiapan Menuju Format Baru BWF

Tim Pencari Bakat akan diperkuat oleh jajaran pelatih PB Djarum, dengan Hendrawan sebagai Koordinator Atlet Putri dan Leonard Holvy de Pauw sebagai Koordinator Atlet Putra. Selain itu, tak ketinggalan pula sederet legenda bulutangkis Indonesia yang turut serta memantau bakat para peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 sejak hari pertama.

“Audisi ini adalah salah satu cara untuk menjemput bakat dan membuka peluang lebih luas bagi bibit-bibit baru. Apalagi tahun ini digelar di tiga kota, ini menjadi kesempatan besar bagi pemain di daerah yang mungkin sebelumnya kesulitan menjangkau Kudus. Harapannya, kita bisa mendapatkan lebih banyak talenta baru dibanding sebelumnya,” kata Hendrawan.

Dia turut menjelaskan terkait kriteria atlet putri bahwa pendekatan penilaian juga akan menyesuaikan dengan dinamika permainan ke depan. Namun, yang menjadi sorotan Juara Thomas Cup 2002 tersebut adalah sistem skor baru yang diterapkan BWF yakni 15 poin x 3 game (best of three) yang akan berlaku mulai Januari 2027.

“Ke depan dengan format permainan yang cenderung lebih cepat, faktor teknik menjadi semakin penting. Untuk atlet putri, kami melihat penguasaan teknik, footwork, dan kontrol lapangan sebagai aspek utama. Namun tentu tidak mengesampingkan faktor lain seperti mental dan karakter. Fighting spirit juga menjadi salah satu hal yang kami perhatikan, terutama saat mereka memasuki fase-fase akhir seleksi,” jelasnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya