AJANG balap MotoGP bersiap memasuki babak baru yang lebih ketat pada musim 2027 mendatang. Komisi Grand Prix secara resmi mengumumkan bahwa entri wildcard untuk kelas utama akan dihentikan sepenuhnya bagi seluruh pabrikan.
Keputusan ini menandai berakhirnya tradisi penampilan pembalap penguji atau pembalap legendaris yang sesekali muncul untuk meramaikan akhir pekan balapan.
Meskipun tidak ada alasan spesifik yang diberikan, kebijakan ini dipastikan akan mengubah peta peran pembalap penguji di masa depan. Nantinya, para pembalap penguji hanya akan memiliki kesempatan untuk turun balapan jika mereka ditunjuk sebagai pengganti pembalap reguler yang mengalami cedera.
Penghapusan wildcard ini menjadi pukulan telak bagi para pembalap veteran seperti Dani Pedrosa, Aleix Espargaro, hingga Andrea Dovizioso yang kerap memberikan warna tersendiri di lintasan.
Selama ini, wildcard sering dijadikan batu loncatan bagi pembalap untuk membuktikan diri demi mengamankan kursi reguler, atau sebagai sarana pabrikan melakukan uji coba komponen baru dalam kondisi balapan nyata, seperti saat Augusto Fernandez memulai debut mesin V4 Yamaha di Sirkuit Misano musim lalu.
Dengan aturan baru ini, semua pabrikan akan memulai musim 2027 dengan status konsesi peringkat B, tanpa ada pengecualian untuk pengajuan wildcard, terlepas dari posisi mereka di klasemen. Selain itu, otoritas MotoGP juga menegaskan larangan keras bagi entri wildcard di sisa musim 2026 untuk menggunakan mesin spesifikasi 850cc (mesin 2027) di lintasan, guna menjaga keadilan kompetisi sebelum regulasi baru benar-benar diberlakukan.
Di tengah perombakan besar tersebut, MotoGP memastikan bahwa sistem pemantauan tekanan ban secara real-time tetap akan dipertahankan pada awal era Pirelli musim depan. Artinya, pengukuran selama balapan akan tetap menjadi dasar legalitas performa ban para pemain.