Menurut Ewe Hock, percuma mendatangkan pelatih kelas dunia seperti Kenneth Jonassen jika tidak ada stok pemain yang cukup untuk ditempa.
"Kami telah mengambil salah satu pelatih terbaik di dunia, Kenneth Jonassen di BAM, tetapi kami tidak memiliki cukup pemain untuk dia latih. Jadi bagaimana dia bisa membuat mereka hebat? Jika ingin menjadi hebat, butuh waktu tiga hingga lima tahun lagi," tegas Ewe Hock.
Ewe Hock membandingkan kondisi Malaysia dengan Taiwan yang saat ini memiliki tiga pemain tunggal di peringkat 20 besar dunia. Solusi yang ditawarkan Ewe Hock adalah dengan memperbanyak kuantitas pemain terlebih dahulu sebelum menuntut kualitas.
"Mulai sekarang, kita perlu merekrut lebih banyak pemain. Jangan bicara kualitas dulu, kita butuh kuantitas dulu, karena dari kuantitas Anda akan mendapatkan kualitas," pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)