HORSENS – Tim bulu tangkis putra Taiwan menghadapi Piala Thomas 2026 di Horsens, Denmark, dengan kepercayaan diri yang belum pernah setinggi ini. Berbekal kesuksesan menembus babak semifinal pada edisi 2024 di Chengdu, China, skuad Taiwan kini mengincar takhta tertinggi, yakni membawa pulang trofi Piala Thomas untuk pertama kalinya.
Bagi sang kapten, Chou Tien Chen, status Taiwan kini telah bergeser. Mereka bukan lagi sekadar pelengkap turnamen, melainkan penantang gelar yang serius.
"Itulah tujuan kami (memenangkan Piala Thomas). Jika Anda sudah meraih satu hasil, Anda ingin melupakan itu, tetapi kita perlu melangkah selangkah demi selangkah. Jadi itulah yang sedang kami perjuangkan," ujar Chou Tien Chen, dikutip dari Bernama, Sabtu (25/4/2026).
Taiwan datang sebagai kuda hitam yang sangat diwaspadai. Hal ini tidak lepas dari performa impresif Lin Chun-Yi, pemain peringkat delapan dunia yang baru saja mengukir sejarah sebagai tunggal putra Taiwan pertama yang menjuarai All England 2026 pada Maret lalu.
Tien Chen menilai kehadiran Chun-Yi memberikan keseimbangan baru dalam tim. Perpaduan antara pengalaman pemain senior dan energi pemain muda membuat Taiwan memiliki fleksibilitas tinggi, baik di sektor tunggal maupun ganda.
Di sektor ganda, tumpuan utama ada pada peraih dua medali emas Olimpiade, Wang Chi-Lin, yang kini berpasangan dengan Chiu Hsiang Chieh. Selain itu, kedalaman skuad didukung oleh nama-nama seperti Chi Yu Jen dan Lee Chia Hao di tunggal, serta pasangan Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan dan Liu Kuang Heng/Yang Po Huan yang siap mencuri poin krusial.