HORSENS – Menjelang perhelatan Piala Thomas 2026 yang akan berlangsung di Horsens, Denmark, pada 24 April hingga 3 Mei mendatang, tim bulu tangkis putra Prancis datang dengan status penantang serius. Setelah delapan tahun tertahan di fase grup, kekuatan baru dari Negeri Menara Eiffel ini diyakini memiliki potensi besar untuk menembus podium juara.
Kepercayaan diri Prancis ini bukan tanpa alasan. Februari lalu, mereka mengirimkan pesan peringatan ke seluruh dunia setelah berhasil menghentikan dominasi panjang Denmark untuk merebut gelar juara European Mens Team Championships 2026.
Kini, dengan skuad yang jauh lebih matang, Prancis mengincar pencapaian yang lebih tinggi dari sekadar perempatfinal di ajang Piala Thomas.
Senjata utama Prancis tahun ini terletak pada kedalaman sektor tunggal mereka yang sangat kompetitif di level elit dunia. Mereka dipimpin oleh Christo Popov yang kini menduduki peringkat 4 dunia, didampingi oleh talenta muda Alex Lanier di peringkat 10, serta Toma Junior Popov yang menempati peringkat 17 dunia.
Komposisi tersebut menjadikan Prancis salah satu tim dengan lini tunggal paling merata di turnamen kali ini.
Lalu pada sektor ganda, kekuatan mereka juga kian solid. Popov bersaudara tidak hanya menjadi tumpuan di tunggal, tetapi juga mulai merangkak naik sebagai pasangan ganda peringkat 22 dunia.
Selain itu, Prancis memiliki duet Eloi Adam dan Leo Rossi yang berada di peringkat 41 dunia sebagai opsi tambahan. Dengan materi pemain seperti ini, Prancis memiliki fleksibilitas strategi yang bisa menyulitkan tim-tim raksasa.