TIM bulu tangkis putra Malaysia datang ke ajang Piala Thomas 2026 di Horsens, Denmark, dengan misi besar, yakni menjadi juara. Ganda putra andalan Negeri Jiran, Soh Wooi Yik, menekankan pentingnya keseimbangan antara rasa percaya diri dan sikap rendah hati bagi skuad Malaysia untuk bisa melangkah jauh dalam turnamen bergengsi yang dimulai hari Jumat ini.
Meskipun secara objektif Malaysia tidak menyandang status sebagai tim favorit juara, Wooi Yik meyakini kualitas yang dimiliki rekan-rekan setimnya cukup untuk menumbangkan negara mana pun di lapangan.
Persiapan akhir Malaysia kini terfokus di Herning, Denmark, sebelum laga dimulai. Wooi Yik, yang saat ini menduduki peringkat dua dunia bersama Aaron Chia, menyebutkan bahwa pemusatan latihan selama 10 hari sangat krusial untuk mematangkan strategi dan membangun ikatan batin antarpemain.
"Kami harus masuk ke turnamen ini dengan pola pikir yang rendah hati. Saat ini kami mungkin bukan tim terkuat, tapi kami punya kemampuan untuk mengalahkan siapa saja," ujar Wooi Yik, dikutip dari media Malaysia, New Straits Times, Selasa (21/4/2026).
Soh Wooi Yik juga menyoroti dalam ajang beregu seperti Piala Thomas, semangat kolektif adalah kunci utama. Selain itu, Malaysia tidak menutup kemungkinan untuk menurunkan pasangan bongkar pasang sebagai bagian dari taktik fleksibel guna mengecoh lawan, sebuah strategi yang terbukti efektif pada kompetisi-kompetisi sebelumnya.
Perjalanan Malaysia di Grup B akan dimulai dengan menghadapi Inggris, disusul Finlandia, dan puncaknya melawan Jepang. Wooi Yik mengakui Jepang akan menjadi ujian terberat sekaligus penentu posisi mereka di babak grup.
Beban berat dipastikan akan berada di pundak sektor ganda putra, mengingat sektor tunggal Malaysia dinilai masih cukup rentan. Sebagai mantan juara dunia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik berkomitmen penuh untuk menyumbangkan poin bagi negara.
"Peluang kami cukup cerah, tapi kami harus fokus pada setiap pertandingan langkah demi langkah," tambahnya.
Meski datang sebagai tim kuda hitam, sebagaimana disebut oleh tunggal putra Lee Zii Jia, kombinasi antara pemain berpengalaman dan talenta muda menjadikan Malaysia ancaman serius yang patut diwaspadai di Piala Thomas 2026.
(Rivan Nasri Rachman)