PERSAINGAN MotoGP 2026 mengalami pergeseran di awal musim ini. Setelah bertahun-tahun berada di bawah bayang-bayang dominasi Ducati, pabrikan asal Noale, Aprilia, kini resmi mengambil alih takhta sebagai kekuatan utama di grid. Namun, bagi sang juara bertahan Marc Marquez, fenomena ini bukanlah sebuah kejutan yang datang tiba-tiba.
Hingga seri ketiga, Aprilia tampil nyaris tanpa celah. Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi menyapu bersih kemenangan di tiga balapan utama, sementara rekan setimnya, Jorge Martin, tampil konsisten di podium dan memenangi Sprint Race.
Hasil ini menempatkan duo RS-GP di posisi satu-dua klasemen sementara pembalap MotoGP 2026, mengungguli dominasi motor-motor Borgo Panigale yang biasanya tak tersentuh.
Banyak pihak mengira absennya Marc Marquez akibat cedera di akhir musim lalu adalah alasan di balik melesatnya Aprilia. Namun, Marquez menepis anggapan tersebut.
Bagi Marquez, kecepatan yang ditunjukkan Bezzecchi dan peningkatan teknis pada motor RS-GP sudah terlihat sangat nyata bahkan sebelum musim 2026 dimulai.
"Kejutan terbesar? Maksud saya, bagi saya itu sama sekali bukan kejutan. Sudah sejak bagian akhir musim lalu dan masa pra-musim, kami memahami bahwa, misalnya, Marco sangat cepat, dan Aprilia melaju kencang serta terus berkembang," tegas Marc Marquez, dikutip dari Crash, Rabu (15/4/2026).
Senada dengan Marquez, Luca Marini dari HRC juga melihat tren ini sebagai kelanjutan dari hasil tes musim dingin. Menurut Marini, hampir semua pabrikan mengalami peningkatan pesat, namun lompatan yang dilakukan Aprilia adalah yang paling signifikan dibandingkan yang lain.