SOLO – Atmosfer voli di Tanah Air tengah mencapai puncaknya. Memasuki hari pertama seri kedua Final Four Proliga 2026 yang digelar di GOR Sritex Arena, Solo, Kamis (9/4/2026), persaingan bukan hanya soal adu taktik dan kekuatan fisik. Di balik ketatnya perebutan poin menuju partai puncak di Yogyakarta, kehadiran para atlet putri bertalenta dengan paras menawan menjadi daya tarik yang tak terpisahkan bagi para penggemar.
Seri Solo kali ini menjadi babak penentuan juara putaran pertama Final Four. Di sektor putri, duel antara Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia melawan juara bertahan Jakarta Pertamina Enduro akan menjadi panggung bagi para bintang voli nasional. Tidak hanya soal prestasi, pesona para pemain ini sering kali membuat tribun penonton kian bergemuruh.
Menempati urutan pertama sebagai jagoan dari Gresik Phonska, Shella Bernadetha adalah ikon kecantikan voli Indonesia yang tak tergantikan.
Middle blocker yang juga dikenal sebagai mantan kekasih pesepak bola Bagus Kahfi ini memiliki segudang pengalaman bersama tim elit seperti BJB Tandamata. Di Final Four 2026, ia menjadi tumpuan tim untuk menjaga tren positif seperti yang mereka tunjukkan saat seri Surabaya.
Setter berusia 26 tahun ini merupakan pemain Jakarta Electric PLN setelah sempat memperkuat Bandung BJB Tandamata. Kembalinya Khalisa disambut antusias oleh para fans yang merindukan visi bermainnya yang cerdas dalam mengatur serangan.
Paras cantiknya di lapangan selalu berpadu apik dengan ketenangan saat memberikan umpan-umpan manja bagi para spiker.
Dikenal sebagai libero dengan paras gemoy dan cantik, Sania adalah sosok yang tak kenal takut. Pemain kelahiran Cimahi tahun 2004 ini merupakan nyawa pertahanan Jakarta Popsivo Polwan.
Sania tidak segan untuk jatuh bangun dan jungkir balik demi memastikan bola lawan tidak menyentuh lantai pertahanannya.
Meski memiliki wajah yang imut, jangan sekali-kali meremehkan kekuatannya. Berposisi sebagai outside hitter, Poppy tampil sangat garang saat melakukan smash.
Setelah menimba ilmu bersama Jakarta Livin Mandiri di musim-musim sebelumnya, kini ia menjadi amunisi penting bagi Jakarta Electric PLN untuk memburu tiket final.
Talenta muda asal Pati ini merupakan daun mud" yang tengah bersinar. Lahir pada 20 Desember 2006, Fiola kini bermain satu tim dengan idolanya, Megawati Hangestri.
Meski baru berusia 19 tahun, koleksi prestasinya sebagai Juara 1 Popda Jateng 2023 membuktikan bahwa ia bukan sekadar pemanis di bangku cadangan Jakarta Pertamina Enduro.
(Rivan Nasri Rachman)