Kisah Perjalanan Pebulu Tangkis Handoko Yusuf, Putuskan Hijrah ke Amerika Serikat Usai Keluar dari PB Djarum

Djanti Virantika, Jurnalis
Rabu 01 April 2026 17:02 WIB
Handoko Yusuf kala berlaga. (Foto: Dokumen pribadi Handoko Yusuf)
Share :

KISAH perjalanan pebulu tangkis, Handoko Yusuf, menarik diulas. Sebab, dia putuskan hijrah ke Amerika Serikat usai keluar dari PB Djarum.

Keputusan Handoko Yusuf memperpanjang daftar pebulu tangkis Indonesia yang putuskan hijrah ke luar negeri. Langkah ini diambil karena para pemain kerap kalah saing dengan pebulu tangkis lain di Tanah Air.

1. Kiprah Manis hingga Pernah Kalahkan Li Shi Feng

Nama Handoko Yusuf mungkin tak setenar pebulu tangkis lainnya. Sebab, pemain kelahiran Jakarta pada 26 April 1999 ini tak pernah menembus pelatnas PBSI.

Namun, Handoko Yusuf merupakan pemain jebolan PB Djarum. Dia biasa bermain di sektor tunggal putra.

Meski tak pernah bernaung di pelatnas PBSI, kiprah manis tetap diukirnya. Dia bahkan pernah kalahkan salah satu tunggal putra top China, yakni Li Shi Feng.

Momen itu tepatnya terjadi di perempatfinal Malaysia International Junior Open 2017. Saat itu, duel sengit harus dihadapi Handoko Yusuf. Namun, dia bisa menang usai bertarung rubber game dengan skor 20-22, 21-15, dan 21-17.

"Saya tidak expect saat itu bisa mengalahkan Li Shi Feng. Saya sempat kaget karena saat itu belum pernah bertemu Li Shi Feng. Tapi yang paling tidak menyangka adalah pemain yang pernah saya kalahkan ini ternyata sekarang jadi pemain top level dunia," ucap Handoko kepada Okezone, pada awal 2025.

Bukan hanya Li Shi Feng yang sukses dikalahkan Handoko. Dia juga pernah bungkam nama-nama besar lain, seperti Jia Heng Jason Teh (Singapura) dan Ng Tze Yong (Malaysia).

 

2. Hijrah ke Amerika Serikat

Pada 2020, langkah besar diambil Handoko dalam kariernya di dunia bulu tangkis. Dia memutuskan hijrah ke Amerika Serikat.

Pasalnya dengan usia yang sudah tidak muda lagi, Handoko harus keluar dari PB Djarum. Hal ini terjadi karena sistem regenerasi yang terus berjalan.

"Akhir 2019 saya diberi tahu kalau saya tidak diperpanjang oleh PB Djarum karena regenerasi. Tapi selama dua tahun hingga akhir 2021 saya tetap di PB Djarum, namun sebagai sparring partner," ucap Handoko.

Handoko sempat mencoba melanjutkan karier sebagai atlet bulu tangkis di bawah naungan klub lamanya, Sarwendah Badminton Club. Ia mendapatkan beasiswa untuk bisa menjalankan kiprahnya sebagai atlet lewat jalur profesional.

Tetapi kini, dia berkarier di Amerika Serikat. Handoko bergabung dengan klub lokal New York, yakni Long Island Badminton Center. Sejak itu, ia secara perlahan mulai membangun kariernya dengan baik dan sudah mengikuti dua turnamen lokal di Negeri Paman Sam. 

Salah satu pencapaian apik yang didapat Handoko adalah menjadi juara 3 di Boston Open 2024 di sektor tunggal putra. Bagi Handoko, ini adalah permulaan baik untuk ia mewujudkan mimpinya kembali yakni bermain di turnamen internasional.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya