“Aprilia telah membuat lompatan besar. Selamat untuk mereka. Tetapi kami masih punya peluang untuk bangkit di kejuaraan,” sambung pria asal Italia itu.
Lebih lanjut, Tardozzi mengungkapkan kalah saingnya Ducati dari Aprilia Racing di klasemen konstruktor bukan semata-mata karena motor mereka yang melempem. Melainkan, ada kendala-kendala teknis yang harus didapat pembalapnya, seperti yang dialami Marquez di MotoGP Thailand 2026.
“Benar kami tidak lagi menjadi motor dominan seperti beberapa tahun terakhir, tetapi kami juga bukan seperti yang terlihat di klasemen saat ini. Ada beberapa kejadian kurang beruntung, seperti di Thailand, di mana Marc seharusnya bisa naik podium jika tidak ada masalah pada ban belakang,” ujar Tardozzi.
“Kami harus lebih cermat dalam pengelolaan dan memahami kebutuhan pembalap dengan lebih baik, karena ada situasi yang membuat mereka tidak berada dalam kondisi terbaik,” pungkasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)