AUSTIN – Pembalap Tim Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, tak lagi mampu membendung kekecewaannya setelah hasil buruk yang diraih pada MotoGP Amerika Serikat 2026. Pembalap asal Prancis tersebut melayangkan kritik pedas kepada timnya, menyatakan Yamaha seolah buta arah dan tidak memahami cara membenahi berbagai persoalan teknis pada motor bermesin V4 andalan mereka.
Hingga saat ini, Yamaha tampak masih terjebak dalam lubang keterpurukan yang dalam. Pabrikan berlogo garpu tala tersebut menunjukkan performa yang sangat mengecewakan dalam tiga seri pembuka musim MotoGP 2026, tanpa tanda-tanda kebangkitan yang berarti.
Ironisnya, belum ada satu pun pembalap Yamaha yang mampu menembus posisi 10 besar dalam balapan utama musim ini. Quartararo bahkan harus menerima kenyataan pahit setelah hanya mampu menyentuh garis finis di urutan ke-17 pada balapan terbaru yang berlangsung di Circuit of the Americas (COTA) tersebut.
Hasil buruk yang beruntun ini menempatkan pembalap berjuluk El Diablo itu di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi hanya enam poin. Kondisi di klasemen konstruktor pun tak kalah memprihatinkan, di mana Yamaha baru berhasil mengumpulkan total sembilan poin.
Kesabaran Quartararo tampaknya telah mencapai titik nadir. Juara dunia 2021 itu mengaku sangat terpukul dengan buruknya performa motor Yamaha di MotoGP Amerika Serikat 2026, padahal dirinya mengeklaim telah mengerahkan segala kemampuan untuk mendongkrak posisi di lintasan.
“Sejujurnya, saya rasa tidak ada yang bisa diambil dari balapan seperti ini. Kami menjalani hari Minggu yang sangat buruk; motor banyak berubah,” kata Quartararo, dilansir dari Crash, Selasa (31/3/2026).
“Saya mencoba melakukan hal berbeda, bereksperimen saat balapan, karena pada akhirnya kami sudah tertinggal jauh sehingga saya bisa mencoba beberapa hal kecil, tetapi jelas itu tidak berhasil,” tambahnya.
El Diablo sejak awal sudah menduga bahwa musim 2026 akan menjadi periode yang sangat berat bagi timnya. Quartararo menilai manajemen dan teknisi tim belum menemukan formula yang tepat untuk meningkatkan performa motor, meski ia tetap mencoba untuk menjaga profesionalismenya.
“Saya sudah memperkirakan ini akan menjadi musim yang sangat panjang. Tim tidak tahu bagaimana cara memperbaiki semua masalah yang kami miliki dengan motor,” sambung Quartararo.
“Namun, secara mental kami harus tetap tenang. Kami sudah menjalani satu balapan—artinya satu sudah terlewati—dan kami punya jeda satu bulan ke depan, jadi itu akan bagus untuk benar-benar beristirahat,” pungkasnya.
Di tengah situasi panas ini, rumor mengenai masa depannya semakin kencang berembus. Quartararo dikabarkan bakal meninggalkan Yamaha pada musim 2027 dan santer dikaitkan dengan kepindahan ke Honda, walaupun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak.
(Rivan Nasri Rachman)