AUSTIN – Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez menatap balapan MotoGP Amerika Serikat 2026 di Circuit of the Americas (COTA) dengan misi besar. Setelah awal musim 2026 yang penuh lika-liku, sang King of COTA kini fokus memperbaiki kelemahannya pada aspek daya tahan performa di lintasan.
Meski sempat mendominasi sesi kualifikasi dan memenangkan Sprint Race di Brasil, Marquez mengakui bahwa menjaga kecepatan konstan sepanjang balapan utama masih menjadi tantangan besar di atas motor GP26. Ia pun siap memperbaiki kekurangan itu demi menghentikan performa apik dari rider Aprilia Racing, Marco Bezzecchi yang semakin liar.
Hasil di awal musim 2026 memang belum sepenuhnya memihak Marquez. Nasib sial menghampirinya di Thailand akibat kegagalan roda yang berujung gagal finis, disusul finis keempat di Goiania, Brasil.
Pada saat yang bersamaan, Aprilia melalui Bezzecchi mulai menunjukkan taringnya terhadap dominasi Ducati. Marquez merasa kunci kebangkitannya terletak pada kemudahan dalam mencetak waktu lap.
Marquez menyadari kecepatan murni saja tidak cukup untuk memenangkan gelar. Ia menekankan pentingnya efisiensi dalam berkendara agar tidak terlalu menguras energi dan performa motor.
"Targetnya adalah menjadi lebih konsisten selama jarak balapan. Kita harus menemukan cara agar bisa mencetak waktu lap dengan cara yang lebih mudah," ujar Marquez, dilansir dari Crash, Sabtu (28/3/2026).
Marquez optimistiks gap dengan barisan depan semakin menipis. Jika di Thailand ia merasa tertinggal jauh, di Brasil ia sudah mulai memberikan perlawanan meski akhirnya finis empat detik di belakang sang pemenang.