KISAH eks Pelatnas PBSI Pramudya Kusumawardana selalu menarik untuk diulas. Sebab, ia pernah memutuskan lanjut kuliah tetapi kemudian memperkuat Australia.
Nama Pramudya masih cukup lekat di ingatan pencinta bulu tangkis Indonesia. Sebab, pria asal Jawa Barat ini sempat bikin heboh gara-gara memutuskan mundur dari Pelatnas PBSI pada akhir 2023.
Pram disebut kehilangan gairah bermain bulu tangkis dan mencoba untuk mengejar gelar akademis. Ia mundur dan kemudian mengajukan beasiswa untuk menempuh pendidikan tinggi di Australia.
Kehilangan gairah itu muncul usai partner-nya Yeremia Yacob Rambitan dibekap cedera lutut parah pada Indonesia Open 2022. Pasangan itu sempat comeback dan meraih medali emas di SEA Games 2023.
Namun, di luar itu, prestasi pasangan Pramudya/Yeremia terjun bebas. Pada akhirnya, mereka memutuskan berpisah di akhir 2023, terutama setelah keputusan Pram keluar dari Pelatnas PBSI.
Seperti sudah disinggung, Pramudya mengaku ingin mengejar gelar akademik dengan menempuh pendidikan tingkat lanjut di Australia. Ternyata, pada semester awal 2024, muncul kejutan.
Pria yang kini berusia 25 tahun itu kembali tampil di lapangan. Kali ini, Pramudya memutuskan membela Australia meski statusnya masih WNI.
Pramudya memang mengaku akan tetap bermain selama menetap di Australia. Sebab, ia mengambil permanent residency atau izin tinggal permanen lewat jalur bulu tangkis sehingga harus ada timbal balik yang diberikan.
Pria berpostur 173 cm itu sengaja mengambil permanent resident karena akan lebih mudah untuk berkuliah di Negeri Kanguru. Bila lewat visa atau jalur biasa, biaya yang dibutuhkan semakin besar.
Itulah kisah eks Pelatnas PBSI Pramudya Kusumawardana, putuskan lanjut kuliah dan perkuat Australia. Yang pasti, ia kini sudah menikmati hidup barunya.
(Wikanto Arungbudoyo)