BINTANG MotoGP, Marc Marquez, menjadi pembalap pertama yang secara terbuka menyuarakan keprihatinannya terhadap konflik yang tengah berkecamuk di Timur Tengah. Pembalap Tim Ducati Lenovo tersebut menekankan aspek kemanusiaan dan keamanan jauh lebih krusial dibandingkan urusan balapan di tengah situasi wilayah yang tidak menentu.
Pernyataan ini disampaikan Marquez dalam sebuah acara di Brasil, menjelang seri kedua musim ini. Komentarnya muncul menyusul keputusan penyelenggara untuk merombak jadwal balap musim 2026 demi menjamin keselamatan seluruh kru dan pembalap.
“Hal yang paling penting adalah penghentian konflik untuk memastikan perdamaian dan keamanan di area-area tersebut,” tegas Marquez dikutip dari Motorsport, Rabu (18/3/2026).
Ketegangan di Timur Tengah yang meluas sejak akhir Februari lalu telah memaksa otoritas balap dunia mengambil langkah drastis. MotoGP terpaksa membatalkan rencana kunjungan ke Sirkuit Lusail pada 12 April mendatang.
GP Qatar kini resmi dijadwalkan ulang ke tanggal 8 November, tepat tiga minggu sebelum gelaran Formula 1 di lokasi yang sama. Pergeseran ini berdampak domino pada seri lainnya, GP Portugal dan GP Valencia masing-masing mundur satu minggu, sehingga musim kompetisi baru akan berakhir pada 29 November.
Tidak hanya MotoGP, ajang F1 juga telah menghapus seri Bahrain dan Arab Saudi dari jadwal bulan April, sementara kejuaraan WEC membatalkan seri pembuka mereka di Qatar.
Di tengah bayang-bayang konflik global, MotoGP bersiap menyambut kembalinya balapan di Brasil untuk pertama kalinya sejak tahun 2004. Digelarnya balapan di Autódromo Internacional Ayrton Senna, Goiania, dianggap Marquez sebagai langkah yang sangat positif bagi perkembangan kejuaraan, terlebih dengan hadirnya pembalap lokal, Diogo Moreira.
“Kembalinya MotoGP ke Brasil setelah bertahun-tahun adalah sesuatu yang sangat positif bagi kejuaraan dan seluruh penggemar. Melihat semua tiket terjual habis menunjukkan betapa besarnya keinginan untuk kembalinya balapan ini,” imnuh Marquez.
Pembalap asal Spanyol tersebut saat ini menempati posisi kesembilan di klasemen sementara dengan selisih 23 poin dari pemimpin klasemen, Pedro Acosta. Setelah akhir pekan yang beragam di Thailand, Marquez bertekad untuk tampil kompetitif sejak awal di Brasil guna memperbaiki posisinya di papan klasemen.
(Rivan Nasri Rachman)